KRISIS kebebasan berpendapat tampaknya tengah melanda para karyawan di sebuah restoran cepat saji asal Minnesota, Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu, enam karyawan Jimmy John terpaksa diberhentikan secara tidak terhormat setelah mengunggah sebuah foto meme di media sosial.
Kejadian ini bermula ketika para karyawan memprotes kebijakan perusahaan terkait cuti sakit, pada 2012. Mereka menganggap bahwa pihak perusahaan tidak memberikan bayaran cuti sakit yang sesuai dengan ketentuan.
Buntut dari hal tersebut, enam orang pegawai yang tergabung dalam serikat pekerja, menciptakan sebuah meme bernada sarkas yang mereka sebar melalui poster dan juga media sosial.
ppl that made this were fired and guess who the court sided with https://t.co/xzVib6IhxU pic.twitter.com/Hyffy8UWq1
— artdecade 🌹 (@artdecaderoo) July 5, 2017
Kampanye mereka ternyata dianggap sebagai bentuk ketidaksetiaan (disloyal), hingga berujung pada pemecatan. Meski telah melalui proses pengadilan, posisi perusahaan semakin kuat setelah pihak advokasi pengadilan meluncurkan sebuah peraturan baru.
Hal ini menjadi dilema tersendiri bagi para karyawan, karena mau tidak mau, mereka harus membawa permasalahan ini ke tingkat yang lebih tinggi yakni, Mahkamah Agung. Tentu saja dengan risiko yang lebih besar dibandingkan pengadilan umum. Demikian dilansir dari Food Beast, Rabu (12/7/2017).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.