PADA waktunya, setiap orang akan memasuki usia lanjut usia atau lansia. Usia lanjut, bukan berarti seseorang harus menerima ragam penyakit. Kini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengupayakan agar setiap orang bisa menua dengan sehat.
Susenas pada 2014 menyebutkan terdapat 20,24 juta lansia di Indonesia yang masih hidup. Sementara itu, di tahun 2035, diperkirakan akan mencapai 41 juta lansia yang hidup.
Menurut Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Eni Gustina. pada 2030 Indonesia akan masuk pada era bonus demografi, artinya anak-anak yang sekarang sudah masuk memasuki usia produktif.
"Pada 2030 penduduk Indonesia itu 70 persen adalah penduduk yang produktif. Kita harap program lansia ini untuk menjadikan lansia kita menjadi lansia yang sehat, aktif, dan produktif," terang Eni di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).
Dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional, Eni berharap kesadaran masyarakat dapat terbangun dan siap menghadapi masa usia lanjut yang menanti di masa depan.
Pasalnya, tidak sedikit lansia yang mengalami sakit. Riskesdas 2013 menyebutkan penyakit dengan prevalensi tertinggi di kalangan lansia, antara lain hipertensi, artritis, stroke, PPOK, diabetes melitus, kanker, dan penyakit jantung koroner. Kemudian diikuti batu ginjal, gagal jantung, serta gagal ginjal.
"Bagaimanapun, usianya di atas 50 tahun, semuanya sudah ada keluhan dan ada penyakit yang muncul di umur tersebut. Kita harus mengantisipasi kejadian tersebut, sehingga tubuh kita pada saat lansia bisa sehat, aktif, dan produktif," ujar Eni.
Ia melanjutkan, dalam upaya mewujudkan lansia yang sehat, Kementerian Kesehatan memulai langkah tingkat nasional. Sementara di tingkat komunitas pemerintah sudah menyediakan layanan posbindu lanjut usia. Kemudian, pada 2.432 puskesmas yang santun lansia dari 9.754 puskesmas. Puskesmas tersebut sudah punya tenaga terlatih untuk menangani lansia. Demikian juga di desa-desa sudah ada posbindu, Eni mengungkapkan.
"Adapun aktivitasnya, kita lebih mengupayakan promotif dan preventif untuk menjaga kebugaran lansia, misalnya senam lansia, kita juga melakukan edukasi supaya nutrisinya memenuhi syarat, kemudian kita memberikan kegiatan yang sifatnya positif seperti kerajinan," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.