Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sensasi Rough Sex Bikin Pasangan seperti Tengah Bungee Jumping

Maria Amanda Inkiriwang , Jurnalis-Senin, 22 Mei 2017 |22:47 WIB
Sensasi <i>Rough Sex</i> Bikin Pasangan seperti Tengah <i>Bungee Jumping</i>
Ilustrasi pasutri (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PENTING untuk mengeksplorasi berbagai trik bercinta, agar kehidupan seksual pasangan suami istri tidak monoton. Misalnya saja melakukan rough sex atau seks kasar. Pastinya sensasi dan emosi dalam tubuh bergejolak.

Mencoba posisi atau trik seks yang menantang, juga menimbulkan rasa takut dan berdebar-debar dalam diri. Nah, seperti ini yang terjadi dalam tubuh ketika Anda mencoba sensasi seks yang kasar, dilansir dari laman Boldsky, Senin (22/5/2017).

Denyut jantung meningkat

Ketika seseorang merasa bersemangat, denyut jantung akan meningkat. Kecepatan bernapas semakin cepat. Tubuh akan melepaskan zat yang dikenal sebagai epinefrin dan norepinefrin.

Hasrat yang mengubah rasa takut

Beberapa orang mungkin takut melakukan seks yang panas dengan menggunakan berbagai peralatan, seperti borgol atau tali yang mengikat tangan. Namun, perlahan rasa takut itu berubah menjadi hasrat seksual yang meletup-letup.

Teori roller coaster

Pelepasan adrenalin dalam tubuh menimbulkan reaksi roller coaster. Letupan emosi yang bergejolak, rasa takut dan gairah seks yang berpadu membuat Anda merasakan sensasi yang amat bergairah daripada seks sebelumnya.

Ibarat bungee jumping

Seks yang kasar menimbulkan reaksi emosi seperti bungee jumping. Rasa berdebar, bersemangat, dan takut yang berpadu akan melepaskan reaksi kimia dalam tubuh. Bahkan, rasanya seperti melakukan bungee jumping di atas jembatan tertinggi.​

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement