Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Imunisasi yang Dapat Cegah Kematian Akibat Penyakit Berbahaya

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 24 April 2017 |19:12 WIB
5 Fakta Imunisasi yang Dapat Cegah Kematian Akibat Penyakit Berbahaya
Ilustrasi (Foto: Naturalhealth365)
A
A
A

CUKUP banyak penyakit yang saat ini bisa dicegah dnegan imunisasi. Ada faktanya yang wajib Anda tahu agar tak melewatkan vaksin.

Dilansir situs resmi WHO, Senin (24/4/2017), berikut adalah lima fakta imunisasi yang harus dipahami. Baca dulu penjelasannya agar tak salah paham!

Mencegah banyak penyakit

Imunisasi dapat mencegah penyakit, cacat lahir dan kematian akibat penyakit berbahaya. Seperti kanker serviks, difteri, hepatitis B, campak, gondok, pertusis (batuk rejan), radang paru-paru, polio, diare rotavirus, rubella dan tetanus.

Cakupan vaksinasi global

Setiap negara harus mempertahankan cakupan vaksinasi. Saat ini imunisasi dapat mencegah sekira dua hingga juta kematian setiap tahun.

Bayi belum semua dapat vaksin

Diperkirakan 19,4 juta bayi di seluruh dunia masih belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Padahal vaksin dapat mencegah kematian bayi yang angkanya juga meningkat di Indonesia.

Vaksin kombo

Selama tahun 2015, sekitar 86 persen atau 116 juta bayi di seluruh dunia menerima tiga dosis vaksin difteri, tetanus, pertusis (DPT). Vaksin ini dapat melindungi bayi dari penyakit menular yang dapat menyebabkan penyakit serius dan kecacatan. Pada tahun 2015, 126 negara telah memiliki cakupan vaksin kombo sebanyak 90 persen.

Jenis vaksin dasar

BCG, polio oral, hepatitis B, DPT, dan rubella campak merupakan vaksin dasar wajib. Setiap bulan disuntikkannya harus berulang agar efeknya semakin baik.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement