Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Vaksin Rubella yang Belum Gratis di Indonesia

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 24 April 2017 |12:10 WIB
Fakta Vaksin Rubella yang Belum Gratis di Indonesia
Ilustrasi (Foto: Indianexpress)
A
A
A

AGUSTUS 2017, pemerintah bakal mengadakan program vaksin MMR lewat posyandu di seluruh Indonesia. Karena sampai saat ini, vaksin yang memiliki manfaat terhadap pencegahan penyakit Rubella itu belum didapatkan masyrakat secara cuma-cuma.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, penderita Rubella atau dampak cacatnya cukup banyak di Indonesia. Sejak lama pemerintah ingin memberikan vaksinnya cuma-cuma, tapi masih banyak yang menghalangi perjalanan program ini.

Dilansir situs resmi WHO, Senin (24/4/2017), Rubella adalah infeksi virus menular yang umumnya ringan, yang sering dialami anak-anak dan orang dewasa muda.

Infeksinya akan kerap dialami oleh wanita hamil. Lebih dari 100.000 bayi lahir di Indonesia terkena dampak Rubella. Mereka mengalami cacat bawaan lahir dengan ketulian.

Gejala pada anak-anak, penyakit ini biasanya ringan, disertai gejala termasuk ruam, demam rendah kurang dari 39 derajat, mual dan konjungtivitis ringan. Ruam juga terjadi pada 50-80 persen kasus, biasanya dimulai pada wajah dan leher sebelum berkembang ke bawah tubuh, dan berlangsung satu hingga tiga hari.

Orang dewasa yang terinfeksi, lebih sering wanita, bisa mengalami radang sendi dan sendi nyeri yang biasanya berlangsung 3-10 hari. Begitu seseorang terinfeksi, virus menyebar ke seluruh tubuh sekitar 5-7 hari.

Gejala biasanya muncul dua hingga tiga minggu setelah terpapar. Periode paling menular biasanya 1-5 hari setelah munculnya ruam. Ketika seorang wanita terinfeksi virus Rubella di awal kehamilan, dia memiliki kemungkinan 90 persen menularkan virus pada janinnya.

Tak pelak, mereka dapat mengalami keguguran atau melahirkan bayi cacat tuli. Adapun vaksin MMR setidaknya dapat mencegah penularan virus Rubella pada janin. Vaksin ini dapat melemahkan virus sekira 95 persen.

WHO menganjurkan agar semua negara yang belum memperkenalkan vaksin Rubella harus mempertimbangkan untuk melakukannya, dengan menggunakan program imunisasi campak. Karena itu, Indonesia ingin menyelamatkan penduduknya dari Rubella dengan melakukan program vaksin gratis sekira empat bulan mendatang.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement