SIAPA sih yang tidak merasa sebal jika tattoo yang baru saja dibuat dengan melalui rasa sakit yang tidak ringan, tidak berumur panjang sehingga menjadi harus lebih sering di re-touch?
Well, rusaknya tattoo tersebut mungkin kurang lebih disebabkan oleh sederet kebiasaan sehari-hari yang secara tidak sadar dilakukan. Untuk menghindari rusaknya tattoo, ada 4 hal yang tidak boleh dilakukan lho. Apa saja? Intip uraiannya berikut ini yuk!
Melepas perban terlalu cepat
Setelah proses pembuatan tato usai dilakukan, tattoo artist pasti akan membalut menutupi tattoo baru tersebut dengan perban. Di mana perban ini direkomendasikan untuk tetap melekat selama dua, empat, hingga enam jam. Jika perban sudah dilepas kurang dari waktu yang direkomendasikan, siap-siap tattoo Anda akan rusak. Jika sudah sekali dilepas, jangan tutupi tattoo lagi dengan perban dan biarkan tattoo bernafas.
Aktivitas air
Sangat tidak disarankan untuk melakukan aktivitas air seperti contohnya berenang, berendam di pemandian air panas, Jacuzzi, ataupun menyelam. Selain itu disebutkan pula untuk sebisa mungkin tidak menggaruk tattoo, dan tidak melakukan gerakan stretching karena bisa membuat tinta tattoo menjadi bergerak berantakan.
Memakai lotion beraroma
Hindari pemakaian lotion beraroma dan lotion yang terbuat dari kandungan bahan minyak atau oil-based lotion. Pasalnya keduanya disebutkan dapat menyumbat dan menutup pori-pori serta menodai kulit yang baru saja ditato.
Tidak memakai SPF saat keluar rumah
Pada dasarnya ditato atau tidak, memang jangan pernah keluar rumah tanpa membentengi diri dengan olesan SPF. Selain tidak baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit, paparan sinar matahari juga ampuh membuat tattoo menjadi lebih cepat pudar. Selalu oleskan sunscreen ekstra di area kulit yang terdapat tattoo setiap kali keluar rumah. Demikian seperti disitat Bustle, Senin (27/3/2017)
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.