Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapal Pesiar Inggris Rusak Terumbu Karang Raja Ampat, Kok Bisa!

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Selasa, 14 Maret 2017 |18:00 WIB
Kapal Pesiar Inggris Rusak Terumbu Karang Raja Ampat, <i>Kok</i> Bisa!
Kapal Pesiar Celedonian Sky (foto: Facebook)
A
A
A

KAPAL pesiar Inggris bernama Celedonian Sky sedang ramai diperbincangkan publik karena dianggap merusak koral dan terumbu karang di perairan Raja Ampat. Kok bisa yah?

Kapal Turis Celedonian Sky yang berisi 110 orang kandas di Raja Ampat, Papua Barat, pada 4 Maret 2017. Saat itu kapal tersebut sedang berwisata ke perairan Raja Ampat dari Papua New Guinea.

Namun, nahkoda kapal tampaknya tidak memahami alur terumbu karang sehingga kapal menghantam koral yang dilindungi. Kapal ini karam selama satu hari dan baru bisa ditarik esok harinya. Ironisnya kapal turis tersebut langsung meninggalkan Raja Ampat tanpa proses hukum lebih lanjut.

Kontributor MNC Media pun bereksempatan menyelam selama 20 menit bersama tim klub selam peduli lingkungan di Raja Ampat ke lokasi kandasnya kapal pesiar Inggris tersebut. Terlihat adanya kerusakan parah di permukaan laut hampir seluas 1.000 meter persegi. Sejumlah biota laut pun tak lagi terlihat.

"Jadi di tempat itu karangnya memang rusak parah. Di total panjang sampai ke depan dan lebar kerusakan karang yang ada itu sekitar 1.000 Meter persegi lebih," kata Ketua Club Selam Prada Raja Ampat, Ruben Sawiyai sepeti dikutip dari video Global TV, Selasa (14/3/2017).

Saat ini, kapal Celedonian Sky dikabarkan sudah menuju negara asalnya Inggris. Namun, belum jelas penyelesaian kasus kerusakan terumbu karang di Raja Ampat akibat kandasnya kapal pesiar berbendera Bahama dengan pihak-pihak terkait di Tanah Air.

(Fiddy Anggriawan )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement