Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yuk, Kenali Tahapan Inseminasi sebagai Alternatif Pendukung Kehamilan

Maria Amanda Inkiriwang , Jurnalis-Selasa, 21 Februari 2017 |15:02 WIB
<i>Yuk</i>, Kenali Tahapan Inseminasi sebagai Alternatif Pendukung Kehamilan
Ilustrasi (Foto: Healthtap)
A
A
A

INSEMINASI adalah salah satu teknologi reproduksi yang berbantu. Mekanismenya, sperma yang sudah diseleksi disemprotkan ke dalam rongga rahim pada masa subur. Hal ini bertujuan untuk memperpendek jarak sperma untuk mencapai sel telur. Cara ini menjadi alternatif para pasutri yang mengalami infertilitas.

dr Yassin Yanuar, MIB, SpOG, MSi, spesialis obstetri dan ginekolog menjelaskan, prosesnya, sebuah selang kecil berisikan sperma dan disemprotkan ke puncak rahim, sehingga jaraknya ke tempat pembuahan lebih dekat. Namun, sebelum melakukan prosedur ini, sel sperma dan sel telur perlu diperbaiki dulu kualitasnya, berdasarkan permasalahan masing-masing.

"Sebelumnya sperma diperbaiki kualitasnya, disaring, hanya sperma yang tidak tereliminasi saja yang boleh masuk ke dalam sel telur," kata dr Yassin di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin 20 Februari 2017.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh pasangan suami istri. Hal ini disebutkan oleh dr Yassin dalam empat tahapan.

Stimulasi

Biasanya, pasien wanita akan mendapatkan obat-obatan untuk mendapatkan sel telur yang baik kualitasnya. Ada tiga cara, yang dilakukan.

"Cara pertama, natural. Ibu dikasih obat sehingga sel telurnya membesar sendiri, baru bisa dilakukan inseminasi. Yang kedua, dilakukan obat CC atau Clomiphene Citrate. Ketiga, menggunakan hormon FSH," terang dr Yassin.

Pemantauan USG

Untuk mengetahui perkembangan kualitas sel telur, pasien diminta untuk melakukan USG dua sampai tiga kali seminggu. Setidaknya, sel telur minimal besarnya 18-20 mm untuk siap melakukan pematangan dengan suntukan obat.

Inseminasi

Setelah sel telur matang, pria akan diminta mengeluarkan sperma dan masukkan ke dalam sebuah wadah. Sperma yang dikeluarkan akan melalui proses pencucian.

"Sperma hasil cuci dikeluarkan dan disiapakan ke dalam tabung untuk dimasukkan ke dalam rahim ibu," kata dr Yassin.

Tes kehamilan

Ia menjelaskan, wanita perlu menunggu waktu dua minggu. Inilah waktu yang mendebarkan bagi pasutri, apakah pembuahan berhasil terjadi atau tidak.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement