Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Salahkah Suami Suka Menonton Ponografi?

Vessy Frizona , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2017 |16:27 WIB
Salahkah Suami Suka Menonton Ponografi?
Pasutri (Foto: Huffingtonpost)
A
A
A

ISI otak pria didominasi oleh seks. Maka, tak heran bila pria suka bicara soal seks dan menikmati pornografi. Namun, apabila sudah menikah, wajarkah jika suami suka menonton pornografi?

Psikolog Klinis Dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, Psikolog menuturkan, jika dilakukan terus menerus hingga menjadi adiksi tentu menjadi salah. Karena kepuasan yang didapatkan akan muncul dari hasil menonton film porno bukan dari berhubungan seksual dengan pasangan.

“Wajar jika dilakukan sesekali. Menjadi tidak wajar jika dalam sehari, suami harus menonton film tersebut, dan tidak dapat mengontrol dorongannya,” jelas Arrudina kepada Okezone, Kamis (2/2/2017).

Ada berbagai alasan yang dicari suami dari menonton pornografi. Misalnya, sambung wanita yang akrab disapa Dina ini, ada yang dilakukan untuk mencari referensi agar hubungan suami-istri menjadi lebih hangat, dan ada pula yang dilakukan untuk berfantasi dan menstimulasi diri mereka.

Psikolog lulusan Universitas Padjajaran ini juga menjelaskan mengapa bila hanya sesekali pria diperbolehkan menonton pornografi, apalagi untuk berfantasi. Ia menganggap semua orang suka berfantasi, apa pun objeknya.

“Tidak apa bila sesekali dilakukan. Siapa sih yang tidak senang berfantasi? Hanya saja jika terus-terusan berfantasi, ekspektasi terhadap hubungan seks yang memuaskan pun akan berubah seperti film-film yang ditonton. Padahal, seperti yang kita tahu, hal tersebut tidak realistis,” terangnya.

(Vien Dimyati)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement