PENGELUARAN tambahan yang hanya dilakukan demi kesenangan dan kepuasan batin bisa terjadi pada siapa saja. Hal ini sering disebut sebagai latte factor.
Akibat mulai terbiasa membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak begitu penting, cepat atau lambat pengeluaran menjadi lebih banyak. Generasi milenial pun terancam selalu bokek di akhir bulan karena menghabiskan uang untuk mengikuti gaya hidupnya.
Untuk menyiasatinya, Psikolog Ajeng Raviando mengatakan, seseorang harus mengatur keuangan dengan seimbang. Karena itu, harus rela mengurangi pengeluaran tertentu.
“Harus ada post yang dikurangi. Tidak harus ke kantor setiap hari naik taksi. Biasanya tidak sadar akan pengeluaran. Pada akhirnya membuat kita harus melakukan tindakan. Bisa hematnya dari sini,” ujar Ajeng saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 31 Januari 2017.
Ajeng mengingatkan untuk hidup berhemat mulai sekarang. Selain itu, cobalah ukur kemampuan diri apakah keuangan memungkinkan untuk membeli barang atau tidak.
“Hemat ujungnya nikmat. Sekarang yang dikejar instan happiness. Lihat kemampuan diri kita seberapa,” lanjut Ajeng.
Salah satu pengeluaran dari latte factor yang kerap terjadi saat ini adalah ngopi. Namun bedanya sekarang dengan dahulu, ngopi saat ini lebih sering dilakukan di kedai kopi yang bergengsi. Apalagi jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, tentu akan sangat berpengaruh pada pengeluaran bulanan.
“Tidak perlu minum kopi di tempat tertentu. Yang kita butuhkan ' kan kopinya. Bisa bikin sendiri, bikin di kantor. Butuh kopinya, bukan tempat untuk ngopi-nya,” tandas Ajeng.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.