PENDERITA HIV dapat mengalami penyakit lainnya karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Salah satunya yang mereka hadapi adalah penyakit tuberkulosis.
Mission Leader Joint External Monitoring Mission for Tuberculosis (JEMM TB) Dr Paul Nunn mengatakan, epidemi HIV yang tidak terkendali menyebabkan penambahan sekira 78.000 kasus TB per tahun. Sayangnya, pasien TB-HIV yang sudah diobati tidak lebih dari lima persen.
"Di luar kewajaran, terdapat jumlah signifikan pasien yang terinfeksi HIV atau pasein TB resisten obat yang menolak berobat karena stigma," ujar Dr Paul, saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).
Di lain kesempatan, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr HM Subuh MMPM mengatakan, sekira 38 persen penduduk Indonesia positif HIV dan TB. Biasanya mereka menderita HIV lebih dulu, barulah ditambah kasus TB.
"Kalau ada laporan pasien positif TB dan HIV tentu harus ditemukan dan diobati sampai sembuh (TOSS) dua penyakitnya," tambah dr Subuh.
Adapun efek samping pengobatannya, menurut dr Subuh, cukup minimal bagi pasien. Mereka masih aman menjalani pengobatan hingga sembuh, sambil manjalankan aktivitas seperti biasa.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.