Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Madu Paling Langka di Dunia Ternyata dari Nepal

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 16 Desember 2016 |16:13 WIB
Madu Paling Langka di Dunia Ternyata dari Nepal
Madu langka dari Nepal (Foto: Nationalgeographic)
A
A
A

LEBAH madu Himalaya merupakan spesies lebah terbesar di dunia. Serangga ini memiliki ukuran dua kali lebih besar dibandingkan lebah pada umumnya.

Selain postur tubuhnya yang besar, lebah ini juga menghasilkan madu langka yang diproduksi dari nektar halusinogen.

Dalam episode kedua yang ditayangkan oleh National Geographic's, mereka terlihat mendokumentasikan seorang pria asal Nepal yang menjadi satu-satunya pemburu madu lebah himalaya. Berdasarkan tayangan tersebut, madu ini ternyata mengandung racun yang dikumpulkan dari bunga rhododendron.

Kandungan racun itu bisa membuat Anda mabuk, sehingga menjadi salah satu komoditas paling dicari di pasar gelap. Untuk mencicipinya, Anda dapat membeli madu Himalaya dengan harga Rp4,4 juta per kilogramnya.

Yang perlu diperhatikan adalah, terdapat beberapa efek samping yang ketika mengonsumi madu tersebut termasuk pusing, mual, diare, dan kehilangan kesadaran. Namun, jika Anda dapat mengontrolnya, madu Himalaya sangat berkhasiat meningkatkan stamina Anda saat berhubungan seks.

Selain itu, menurut NatGeo, pada zaman kuno dulu madu ini sering digunakan sebagai senjata perang. Para musuh akan lengah setelah menyantap makanan itu.

Untuk mengumpulkan nektar lebah madu himalaya, para pemburu madu harus berhadapan dengan bahaya ketika menaiki bambu tali setinggi 300 kaki di tepi tebing dan juga dari sengatan lebah madu Himalaya. Untuk videonya klik di sini, Jumat (16/12/2016).

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement