Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Stem Cell Bisa Selamatkan Jutaan Manusia dari Kebutaan

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 22 September 2016 |08:35 WIB
Stem Cell Bisa Selamatkan Jutaan Manusia dari Kebutaan
Stem cell bantu melawan kebutaan (Foto: Express)
A
A
A

STEM sel dari embrio manusia yang digunakan dalam teknik revolusioner bisa menyelamatkan jutaan manusia dari masalah kebutaan. Seperti apa kerjanya?

Dikembangkan di laboratorium, sel-sel yang disuntikkan langsung ke dalam mata untuk menggantikan sel lain yang rusak akibat degenerasi makula. Seperti kita ketahui, degenerasi makula merupakan salah satu penyebab kebutaan pada orang di atas usia 60 tahun.

"Degenerasi makula terjadi seseorang terkait usia, secara perlahan mereka kehilangan penglihatan dan tidak ada orang yang bisa menghentikannya. Penemuan ini menawarkan harapan nyata, di mana tidak ada sebelumnya," ujar Profesor Benjamin Reubinoff, seorang ahli regenerasi jaringan di Hadassah University Medical Centre di Yerusalem, dikutip Express.

Prosedur stem cell ini berjalan 15 menit, dilakukan di bawah anestesi lokal, dan baru dicoba pada pasien di Amerika Serikat dan Israel. Namun, prosedur telah dikembangkan untuk membantu orang-orang dengan bentuk kering penyakit iini, di mana telah mempengaruhi sekira 600.000 orang di Inggris dan jutaan orang di seluruh dunia.

Tim telah mampu mengubah sel induk untuk membuat mereka mampu memperbaiki sel-sel visual atau cahaya. Dikenal sebagai sel epitel pigmen retina, mereka mengubah cahaya menjadi penglihatan.

Prosedur perintis menunjukkan stem cell tidak memulihkan kebutaan sepenuhnya. Tetapi, tim peneliti percaya metode ini akan menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement