PRODUKSI ASI yang banyak tidak semata-mata bergantung dari gizi ibu. Ikatan kuat antara ibu dan anak yang memicu ketenangan dan kebahagiaan adalah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah ASI. Hal ini bisa didapat melalui kegiatan memijat bayi.
Tiur Hutagalung, instruktur pijat bayi bersertifikat International Association Infant Massage (IAIM), mengatakan bahwa dengan melakukan pijatan pada bayi, akan tercipta interaksi dan sentuhan langsung ibu dan anak yang memberi efek ketenangan dan kebahagiaan.
"Pijatan lembut oleh ibu ke anak akan memicu dikeluarkannya hormon kebahagiaan atau oksitoksin. Ketika ibu bahagia menyentuh sang anak, produksi ASI akan meningkat. Untuk anak, pijatan ibu bisa membantu menekan hormon stres sehingga anak akan lebih semangat menyusu," jelas wanita yang berprofesi sebagai pengacara ini.
Kegiatan memijat bisa dilakukan dari ujung kaki, perut, dada, punggung, sampai wajah. Sebelum dipijat, bayi harus dalam keadaan tenang, tidak sedang menangis atau tertidur. Selama memijat, ibu bisa bernyanyi atau mengajak bicara anak agar interaksi kuat ibu dan anak tercipta.
Bersamaan dengan International Day of Infant Massage and Nurturing Touch 7 Juni, dr Ameetha Drupadi yang merupakan penggagas Komunitas Pejuang ASI juga melihat bahwa inisiatif ibu untuk memberi sentuhan langsung pada anak dengan pijatan tidak hanya akan mengungtungkan bagi kegiatan menyusui, tapi juga hubungan antara ibu dan anak.
"Selama ini banyak ibu yang berpikir memijat bayi harus ke trapis atau tempat pijat. Padahal yang paling benar pijatan oleh sentuhan langsung ibu ke anak. Ini harus disadari oleh orangtua, karena yang membangun ikatan baik antara ibu dan anak sejak harus dibangun sejak dini," ujar dr Ameetha.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.