SEBUAH studi baru menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki endometriosis berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung seperti nyeri dada yang bisa dirasakan penderita endometriosis mungkin perlu pengobatan anti penyumbatan pembuluh darah.
Endometriosis adalah kondisi kesehatan kronis dan menyakitkan yang secara umum mempengaruhi organ reproduksi. Rasa sakit kadang-kadang dapat menyiksa dan akhirnya dapat berkembang menjadi kecemasan dan depresi.
Untuk mengobati penyakit ini belum ada perawatan penuh yang bisa ditawarkan. Namun, ada tips tertentu yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung seiring dengan endometriosis, seperti dilansir dari Zeenews, Senin (4/4/2016).
Penting untuk tetap aktif
Setidaknya latihan fisik moderat 20 sampai 30 menit sehari adalah suatu keharusan untuk wanita dengan yang memiliki masalah endometriosis. Aktif secara fisik dapat membantu meningkatkan gejala rasa sakit dan juga mengurangi kemungkinan serangan jantung.
Diet
Makan lemak sehat, diet rendah karbohidrat dan gula adalah hal penting lainnya yang harus dipraktekkan. Perbanyak protein sehat seperti ikan dan unggas dalam diet harian. Konsumsi diet seimbang akan berpengaruh bagi kondisi ini.
Menjaga berat badan sehat
Jika Anda kelebihan berat badan atau sedang ingin meningkatkan berat badan, coba kontrol diet yang dapat mengurangi peradangan kronis atau memicu peradangan, yang merupakan salah satu masalah utama endometriosis dan penyakit jantung.
Jangan merokok
Jika Anda seorang perokok, ahli akan menyarankan Anda untuk berhenti. Wanita yang merokok berada pada risiko mengembangkan penyakit jantung yang lebih tinggi.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.