MENTERI Pariwisata Arief Yahya menyebut Bali sebagai salah satu provinsi yang kreatif dalam menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) 2016. Padahal, Bali sendiri tidak dilintasi GMT.
Keunggulan Bali dalam memanfaatkan berbagai momen ke dalam industri pariwisata diakui Arief sangat positif. Mengingat masih banyak daerah lain yang kurang peka dengan fenomena 33 tahunan di Indonesia ini meskipun daerah tersebut dilintasi GMT.
"Bahkan orang Bali lebih kreatif. Bali tidak terlewati GMT, tapi mereka mempromosikan paket GMT," terang Arief Yahya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis 25 Februari 2016.
Masyarakat dan wisatawan di Bali bukan tidak bisa menyaksikan gerhana matahari sama sekali. Mereka bisa melihat fenomena ini, tetapi hanya sebagian saja atau sekira 70 persen.
Selain Bali, Arief juga memuji Yogyakarta yang tak kalah kreatif dalam memanfaatkan fenomena ini. Beberapa destinasi wisata unggulan pun ditawarkan melalui paket-paket wisata saat GMT terjadi.
"Yang keren itu Yogya sama Bali. Ada peluang dimanfaatkan. Borobudur tidak kena (GMT), tapi ada paketnya," tukasnya.
(Vien Dimyati)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.