BUDAYA Toraja perlahan mulai menghilang. Hal ini membuat Talulembangna tergerak menghidupkan Toraja.
Talulembangna merupakan ikan persaudaraan tiga kerajaan yang erat dengan kebudayaan di Toraja. Melalui ikatan ini diharapkan budaya Toraja tak hilang ditelan waktu.
"Budaya merupakan kekuatan Toraja yang kaya akan alam, adat dan seni. Tapi, dengan perubahan jaman membuat budaya di Toraja menghilang perlahan. Melalui Talulembangna diharapkan budaya Toraja tetap utuh," jelas Adriel Rumengan Kalua, Ketua Kerukunan Talulembangna kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.
Beberapa budaya yang menjadi daya tarik turis asing diantaranya adalah rambutuka (mengucap syukur) dan rambu solo (kematian).
Baginya, menghilangnya budaya di Toraja diakibatkan adanya pergeseran dari aminisme menuju hadirnya beberapa agama di Toraja.
"Kehadiran agama di Toraja membuat animisme mulai menghilang, karena mereka menganggap bila seseorang yang sudah meninggal merupakan takdir bukan lagi kembali bersama leluluhurnya," paparnya lagi.
Menurutnya, kerusakan pada situs budaya di Toraja juga mempengaruhi pergeseran budaya di Toraja. "Banyak situs maupun perkampungan adat yang sudah rusak 50 persen. Hal ini tentu membuat masyarakat Toraja memilih untuk mengenal era pembaharuan di jaman modern ini," tutupnya.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.