Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurangi Makan Makanan Cepat Saji dari Sekarang!

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Selasa, 15 Desember 2015 |16:20 WIB
Kurangi Makan Makanan Cepat Saji dari Sekarang!
Kurangi makan junk food dari sekarang untuk kesehatan (Foto: Fitlife)
A
A
A

UNTUK menjaga kesehatan, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan makan makanan cepat saji. Karena, banyak bahaya yang mengintai kesehatan Anda.

Makanan cepat saji dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Perlemakan hati non-alkoholik terjadi akibat terlalu banyak konsumsi makanan berlemak, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi yang tidak terkontrol dan berat badan berlebih.

"Anda sebaiknya mengurangi konsumsi junk food dan makanan yang mengandung lemak tinggi," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM dr. Kemal Fariz Kalista, Sp.PD dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Selasa (15/12/2015).

Kemal menambahkan, jika Anda mempunyai hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (gula darah yang tinggi), dislipidemia (kolesterol tinggi), sebaiknya Anda harus kontrol rutin ke dokter untuk mengontrol tekanan darah, gula darah dan kolesterol darah agar tetap terjaga dalam kisaran normal. Selain itu, jika mempunyai berat badan berlebih, maka Anda juga harus menurunkan berat badan ke dalam kisaran yang normal.

"Terapkanlah pola hidup sehat, perbaiki pola makan dan lakukan olahraga sebanyak 3-4 kali per minggu," papar dokter yang juga berpraktek di Bidakara Medical Center dan RS Cito Karawang ini.

Lebih lanjut, Kemal mengatakan, hal yang tidak kalah penting adalah selalu memperhatikan kondisi tubuh. Kemal menyarankan masyarakat untuk segera berobat jika mengalami salah satu tanda dan gejala hepatitis, seperti demam, menggigil, nyeri otot dan persendian, mudah lelah, penurunan nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut (terutama daerah sekitar hati, yaitu bagian kanan perut dibawah tulang iga), warna urin menjadi gelap seperti teh, perubahan warna tinja menjadi dempul, serta warna kuning di mata dan kulit.

"Sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan diagnosis lebih lanjut," tutupnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement