KANKER usus besar atau kanker kolon adalah salah satu jenis kanker yang sering tidak terdeteksi. Untuk alasan tersebut, dokter menyarankan skrining rutin dan menyeluruh untuk mengidentifikasi polip sebelum mereka menjadi kanker usus besar.
Prof LA Lesmana, PhD, KGEH, FACP, FACG, FAASLD, konsultan internis-gastro entero hepatologis dari MRCCC Siloam Hospitals, mengatakan bahwa polip mungkin kecil dan menghasilkan sedikit gejalanya. Belum lagi, lokasi polip di usus bisa menentukan apa gejala akan dirasakan penderita.
"Kini bahkan ada tren polip ditemukan di bagian kanan usus besar, bukan lagi di bagian kiri yang dekat dengan ujung usus besar atau anus. Saya pernah menangani pasien yang sudah besar sekali polipnya di usus kanan, tapi pasien tidak sama sekali merasakan gejala. Ini bisa dialami karena wilayah kanan usus besar itu tempat di mana kotoran masih berupa cairan, jadi polip tidak memicu rasa sakit atau konstipasi seperti bila terjadi di usus wilayah kiri," tuturnya dalam seminar media, di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, kemarin.
Menurutnya skrining dengan peneropongan atau kolonoskopi perlu dilakukan secara menyeluruh agar dapat lebih dalam mendeteksi polip atau kanker.
"Selain skrining dengan kolonoskopi, tes darah samar dalam kotoran juga perlu dilakukan. Hal ini perlu menjadi awareness bagi mereka yang sudah memiliki faktor risiko," sarannya.
Skrining disarankan mulai dilakukan oleh mereka orang di atas 50 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan kanker atau polip usus besar, penyakit radang usus berjalan lama, riwayat kanker di wilayah lain di tubuh.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.