SELURUH penduduk Indonesia masih banyak yang belum menerima akses air bersih dan sanitasi masih buruk. Akibatnya, timbul penyakit yang disebabkan oleh penularan infeksi kuman, seperti diare.
WHO melaporkan, tahun 2008 penyakit terkait air, sanitasi, dan higienis menyumbangkan 3,5 persen dari total kematian di Indonesia. Sementara Riskesdas 2007 menyebutkan, diare menjadi penyebab kematian pertama balita dengan kisaran 25 persen.
"Ternyata, penyakit banyak diakibatkan oleh faktor air yang tidak bersih, dapat menyebabkan diare, kecacingan, tifus, pneumonia, infeksi paru berat, kaki gajah, hingga demam berdarah," jelas Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan dr Imran Agus Nurali SpKO saat jumpa pers Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Tahun 2015 di Kantor Kementerian Kesehatan, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2015).
Selain dari sanitasi buruk, tambah dr Imran, proses penularan semua penyakit bisa melalui penularan virus, kuman, dan bakteri. Juga karena tangan kotor akibat tidak cuci tangan pakai sabun.
Bahkan, studi World Bank 2007 melaporkan, 100.000 anak meninggal dunia akibat diare setiap tahun. Sehingga diperkirakan mengalami kerugian ekonomi sebesar 2,3 persen.
"Cuci tangan pakai sabun memang sederhana kelihatannya. Tapi kalau rutin dilakukan bisa menurunkan angka kematian diare sebesar 45 persen," imbuh dia.
Secara total, kalau masyarakat melakukan penerapan hidup bersih dan sehat, serta melakukan pembenahan lingkungan dapat menurunkan angka kejadian diare sebesar 94 persen.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.