Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Model Berparas Unik

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 23 September 2015 |12:54 WIB
Model Berparas Unik
Model berparas unik (Foto: Koran Sindo)
A
A
A

MODEL berwajah unik juga menjadi daya tarik di industri fesyen. Beberapa model memiliki kecantikan unik yang membedakan mereka dari model lainnya dan menjadi perhatian industri fesyen internasional.

Menurut model Ayu Gani, Asia’s Next Top Model (ANTM ) musim ketiga, kendala yang sering dihadapi wanita Asia di industri modeling internasional adalah tinggi badan. Gani bercerita, jika dibandingkan dengan rekan-rekannya sesama model, tinggi tubuh Gani yang hanya 173 sentimeter dinilai kurang.

Hal itu juga pernah diungkapkan salah satu juri ANTM, Alex Perry, yang telah memprediksi kekurangan itu akan menjadi batu sandungan bagi Ayu Gani dalam menjadi model berskala internasional. "Orang Asia biasanya terkendala tinggi badan dan tulang pipi. Model-model luar kebanyakan wajahnya berkarakter. Pernah ada model luar yang baru bangun tidur saja sudah bagus difoto saking uniknya," cerita Gani.

Meskipun demikian, wanita yang pernah menjuarai Juara Favorit Wajah Femina 2011 ini mengaku tak minder. Gani selalu yakin dirinya memiliki karakter yang tidak dimiliki model lain. Keunikan tampilan rahang yang tegas dan tampilan wajah yang sangat fotogenik, akhirnya bisa membuat Gani berhasil menjadi pemenang.

"Setiap model pasti punya keunikan. Misalnya, kan enggak semua model kurus, ada juga yang badannya berisi, ada yang kulitnya putih, ada juga yang eksotis. Intinya, bagaimana kita bisa menonjolkan kelebihan yang dimiliki,’’ kata Gani.

Sukses menjuarai (ANTM) musim ketiga, kini Gani, tengah menjalani kariernya sebagai model di London. Berkat kepiawaiannya, Gani juga berkesempatan bergabung bersama agensi modeling yang berpusat di London, Storm Model Management.

Menjalani karier di London, Gani mengaku banyak tantangan yang harus dilaluinya. Pasalnya, Gani harus menjalani serangkaian casting. Menurut dia, saat itu merupakan masa-masa sulitnya berkarier di kancah internasional. Gani mengatakan, faktor fisik sangat berpengaruh dalam mendapatkan pekerjaan model di Inggris.

Karena itu, Gani pun mengaku pernah ditolak. “Di sana postur tubuh, tinggi badan dan bentuk pipi sangat berpengaruh untuk lolos casting. Aku pernah pengalaman casting ditolak dengan alasan we don’t shoot asian," sebut Gani.

Meski sempat merasa tidak percaya diri, kondisi tersebut hanya dialami selama dua minggu. Kesabaran wanita dengan tinggi badan 173 cm itu pun berbuah hasil. Sebelum kembali ke Indonesia, Gani mendapatkan tawaran untuk tiga brand besar sekaligus.

“Aku dapat campaign untuk baju, make up dan parfum. Kebetulan semuanya dari brand yang cukup besar. Campaign make up rilis pas London Fashion Week karena brand make up -nya merupakan salah satu sponsor.

Kalau yang parfum akan rilis Oktober,” kata pemilik nama asli Ayu Lestari Putri Gani itu. Sementara itu, menurut model profesional Kelly Tandiono, untuk menjadi seorang model internasional, seorang model harus berani tampil beda dan memiliki keunikan tersendiri.

“Berani tampil beda, tapi tetap bisa jadi diri sendiri. Jangan takut untuk bermain dengan gaya, termasuk gaya rambut,"kata Kelly.

Wanita yang pernah bergabung dalam agensi model internasional Next Model Management di Los Angeles ini selalu bergaya dengan poni unik. Karena itulah, Kelly Tandiono terlihat berbeda dengan model lainnya yang memiliki rambut panjang terurai indah.

Menurut Kelly, keunikan ini memang merupakan salah satu kunci baginya untuk membuka pintu dunia model internasional. Tampilan unik juga menjadi kunci kesuksesan model lain, Daphne Groeneveld. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Vogue.com, model yang pertama kali muncul di peragaan busana di Milan Fall/Winter 2010 ini sangat mudah diingat orang berkat wajah uniknya.

Daphne membuktikan keunikan wajah merupakan “faktor X” yang tidak bisa dimiliki banyak model. Hingga kini Daphne sudah pernah menjadi bintang untuk Miu Miu, Givenchy, Versace, Louis Vuitton, Calvin Klein, hingga Dior. Dia juga pernah menjadi model di peragaan busana Marc Jacobs, Chanel, Gucci, Fendi Emilio Pucci, Roberto Cavalli, Karl Lagerfeld, Prada, Anna Sui, Jason Wu, dan masih banyak lagi.

Wajah uniknya juga menghiasi majalah-majalah ternama seperti Vogue, W, i-D, Numero , bahkan Marie Claire pernah menganugerahinya sebagai best dutch model dalam Marie Claire Netherlands Fashion Awards.

(Ainun Fika Muftiarini)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement