Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertolongan Pertama untuk Luka Bakar Akibat Kebakaran

Erika Kurnia , Jurnalis-Rabu, 22 Juli 2015 |10:04 WIB
Pertolongan Pertama untuk Luka Bakar Akibat Kebakaran
Pertolongan pertama luka bakar (Foto: Sheenalawfirm)
A
A
A

MEMERIAHKAN Hari Raya Lebaran dengan kembang api bisa berakhir dengan kecelakaan seperti kebakaran. Semua orang tentu tidak mengharapkannya, termasuk menjadi korban luka karena keteledoran bermain api.

Kesalahan seperti itu bisa terjadi kapan saja. Untuk mengantisipasinya, Anda perlu mengetahui langkah pertolongan pertama, dalam mengatasi kebakaran dan luka terbakar, yang dilansir dari berbagai sumber.

Jinakan api

Saat api merambat ke tubuh, panik mungkin adalah respon pertama yang terjadi. Bila Anda ada di posisi orang yang melihat korban, mintalah mereka untuk berhenti bergerak, menjatuhkan bagian yang terbakar dan menggulirkannya ke alas yang tidak mudah terbakar.

Redakan api dengan handuk basah dan menjauh atau jauhi korban dari api untuk mengurangi risiko terbakar lagi.

Pertolongan pertama untuk luka

Letakan bagian tubuh yang terbakar di bawah air mengalir selama minimal 20 menit. Jika air tidak tersedia, basahi kain atau handuk dan kenakan ke luka bakar setiap dua menit untuk meredakan rasa sakit. Tutup lepuhan kecil dengan balutan kain longgar atau kain kasa.

Lepaskan aksesoris yang dapat menghantarkan atau menahan panas untuk mengurangi cidera panas dan menghentikan aliran darah ke luka bakar. Perhatikan setiap kemerahan, bengkak, nyeri tekan, atau semua tanda-tanda infeksi.

Yang tidak boleh dilakukan

Jangan menggunakan es atau pasta gigi untuk luka terbakar. Jangan memencet kulit yang melepuh sendiri.

Bawa ke dokter bila ini terjadi

Pergi temui dokter sesegera mungkin jika luka bakar terjadi pada wajah, tangan, alat kelamin, atau jika mereka lebih besar dari 3– 10 cm di bagian tubuh mana pun. Jika luka bakar memperlihatkan bagian dalam kulit bawalah ke UGD.

Bila luka bakar meliputi sepersepuluh dari tubuh atau lebih, jangan gunakan kompres dingin. Telepon ambulans segra dan tutupi tubuh anak dengan kain atau selimut bersih untuk mencegah hipotermia sampai bantuan tiba.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement