Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Asal Unik, Kemasan Makanan Harus Food Grade

Devi Setya Lestari , Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2015 |10:53 WIB
Jangan Asal Unik, Kemasan Makanan Harus <i>Food Grade</i>
Kemasan makanan (Foto:Thepackaginginsider)
A
A
A

SELAIN keunikan produk makanan atau minuman, sisi lain yang juga ditonjolkan sebuah makanan kemasan, adalah keunikan bentuk kemasan itu sendiri.

Sebenarnya trik seperti ini sangat bagus untuk menjadi salah satu strategi pemasaran untuk mendongkrak penjualan produk. Namun, beberapa hal juga harus diperhatikan dalam pemilihan kemasan, karena hal ini berpengaruh pada kebersihan dan kesehatan makanan itu sendiri agar layak dikonsumsi konsumen.

Kemasan yang sebaiknya digunakan adalah kemasan yang memang untuk makanan. Baik berbahan dasar kaca, plastik ataupun bahan lainnya, faktor pertama yang harus diperhatikan adalah fungsinya yang memang untuk mengemas makanan.

Kemasan ini biasanya diberi label food grade yang artinya aman digunakan sebagai wadah makanan atau minuman. Dituturkan Halim, pemilik kedai minuman Judas Bar, kemasan jangan hanya dibuat untuk menarik perhatian konsumen saja, tetapi juga harus memikirkan fungsi dan peruntukkannya.

"Boleh saja pakai wadah yang bentuknya unik dan menarik, asal penjual berani menjamin kualitasnya," kata Halim yang ditemui Okezone di kedainya. Judas Bar menggunakan wadah dengan bentuk derigen kecil sebagai tempat jus yang dijualnya, namun ia berani menjamin kalau wadahnya food grade. Artinya, bukan dari bahan yang sama dengan wadah derigen yang biasa digunakan untuk menampung minyak atau bahan kimia.

"Usaha sih boleh tapi juga harus memikirkan dampaknya bagi konsumen," tutup Halim.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement