MENTERI Kesehatan (Menkes) RI Prof. Nila F Moeloek mempunyai tiga impian yang wajib dicapai pada masa kerjanya di Kabinet Kerja. Salah satunya yaitu ingin menguatkan layanan kesehatan primer atau dikenal dengan puskesmas yang kerap dipandang sebelah mata.
Menurutnya, di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI banyak mengalami kendala untuk mewujudkan semua itu. Paling penting yakni masyarakat tidak mau sadar diri untuk melakukan preventif sebelum datangnya beragam penyakit.
“Bicara tentang sarana itu di hilir. Kami di era JKN ini agak terjepit, terutama di hulu, di mana memberikan kartu untuk akses ke layanan kesehatan. Kita sadar sekali enggak. Dulu pernah melakukan pencegahan, mungkin kalimatnya itu bablas,” ujar Menkes Nila saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta.
Saat ini, tambahnya, sudah ada rumah sakit tipe A, B, C, D, sampai layanan primer puskesmas yang banyak dibangun. Dari semua itu, sayangnya masyarakat Indonesia selalu memandang sebelah mata terhadap layanan fasilitas kesehatan primer puskesmas.
“Kita bangun di hilir menampung yang sakit. Itu tugas. Kalau kami di sini terus-terusan enggak mau jaga gawang, strategi menguatkan layanan kesehatan primer atau bahasa dulunya puskesmas tidak akan tercapai,” paparnya.
Karena itu, Kemenkes RI ingin kembali menguatkan layanan kesehatan primer yang sebenarnya bisa menangani penyakit ringan yang bisa diobati di puskesmas.
“Misal, ada pasien darah tinggi. Apa harus kita kasih obat termahal di dunia dan bisa sembuh? Sebenarnya bukan itu, kami juga harus proaktif dan kami bisa memberi obat ringan atau generik dan mengawasi, menasihati, bahkan kalau perlu memanggil pasien untuk cek satu bulan sekali. Kalau hasilnya bagus dan harapan kita tidak akan menjadi stroke dalam hal ini,” ungkapnya.
Kedua, impian Menkes Nila untuk membangun layanan kesehatan primer ingin menguatkan rumah sakit regional, yakni agar pelayanannya jauh lebih lengkap dari puskesmas dan lokasinya jauh dari rumah sakit tipe A.
“Kita mau melakukan penguatan rumah regional, karena itu akan diperhatikan dari puskesmas ke sekunder. Tapi lokasinya jangan dekat dengan rumah sakit tipe A. Harusnya regional mudah terakses, misal di Jakarta Timur atau di Jakarta Barat yang penduduknya cukup banyak. Rencana ini ide bagus dari Kemenkes RI dan akan dikembangkan se-nasional,” ungkap Menkes Nila.
Ketiga, perempuan asal Minang ini juga ingin meningkatkan fasilitas rumah sakit tipe D atau umumnya dikenal dengan rumah sakit umum daerah. Guna mewujudkan impian ini, Menkes Nila menggandeng seluruh jajaran Kemenkes RI untuk menyatukan pikiran agar tidak berbeda arah.
“Dalam hal ini, kami juga meningkatkan rumah sakit umum daerah yang sudah ada, sesuai anggaran yang sudah ada, dan rumah sakit tipe A tetap mendukung. Tentu saya harus kerjasama dengan jajaran eselon I, II, dan III untuk menyatukan konsep untuk menjalankan program. Inilah tugas kita yang mengejawantahkan sampai ke bawah,” tutupnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.