PADA umumnya, orang China memiliki meja abu di dalam rumah. Tak terkecuali etnis China yang ada di Indonesia.
Di Indonesia sendiri banyak komunitas peranakan China. Tak jarang mereka memiliki meja abu di masing-masing rumah. Lalu apa sebenarnya kegunaan menyimpan abu leluhur?
Humas Perkumpulan Keagamaan dan Sosial Boen Tek Bio, Oey Tjin Eng, menuturkan bahwa selain menghormati anggota keluarga yang meninggal, salah satu kegunaan abu leluhur ini adalah untuk reuni keluarga.
“Kenapa umumnya orang China punya abu leluhur? Supaya reuni keluarga. Sebagai ajang berkumpulnya para keluarga saat melakukan sembahyang leluhur,” Terang Oey Tjin Eng saat ditemui Okezone di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Rabu, 18 Februari 2015.
Menurut pria yang merupakan generasi ke delapan dari komunitas China Benteng ini, tidak semua rumah menyimpan abu leluhur.
Sehingga rumah keluarga yang menyimpan abu leluhur ini dikunjungi saudara-saudara yang merupakan bagian dari keluarga. Mereka berkumpul di satu rumah sekaligus sebagai ajang bertemunya sanak saudara yang jauh.
Namun, selain sembahyang dengan abu leluhur di rumah, para saudara dan keluarga juga dapat berkumpul pada hari Cheng Beng.
Hari Cheng Beng adalah berkumpulnya para keluarga di pemakaman untuk melakukan upacara penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. “Seperti sembahyang Cheng Beng juga sebagai ajang untuk reuni keluarga,” tutup Tjin Eng.
(Johan Sompotan)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.