Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Peringatan 10 Tahun Tsunami

Meresapi Makna Lorong Kebingungan Museum Tsunami

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Sabtu, 27 Desember 2014 |01:02 WIB
Meresapi Makna Lorong Kebingungan Museum Tsunami
Setelah dari lorong kebingungan mencapai jembatan perdamaian (Foto: Helmi)
A
A
A

DATANG ke Museum Tsunami di Banda Aceh akan membuka kembali kenangan pengunjung tentang tragedi 10 tahun lalu. Di sini, Anda harus melewati sebuah lorong berputar berdinding gelap.

Lorong gelap yang berkelok dan naik menuju sebuah cahaya ini disebut Lorong Kebingungan. Menurut Raihal Fajriah selaku pemandu wisata di Museum Tsunami, Lorong Kebingungan memiliki makna tentang kebingungan luar biasa yang dialami masyarakat Aceh setelah terjadi tsunami.
 
"Setelah terjadi tsunami, masyarakat Aceh bingung ke mana mereka harus mencari keluarga dan harta benda yang hilang," ujarnya kepada Okezone di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.
 
Terlebih lagi, menurut Raihal, sebelumnya Aceh dilanda konflik berkepanjangan. Ketika itu, juga banyak orang-orang meninggal, ditambah musibah tsunami, sehingga sesuai dengan filosofi Lorong Kebingunan.

"Kita kan menelusuri Lorong Kebingungan, kemudian akan mencapai Jembatan Perdamaian. Karena setelah terjadi tsunami, kemudian dilanda kebingungan, maka timbullah perdamaian," pungkasnya.

(Johan Sompotan)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement