PENELITIAN terbaru membuktikan bahwa kelambu adalah solusi yang paling efektif untuk mengatasi malaria. Penyemprotan insektisida di dalam ruangan ternyata, tidak memberikan perlindungan tambahan bagi malaria, seperti saat kelambu digunakan.
Sebuah studi dari jurnal medis The Lancet mengatakan, donor dapat menginvestasikan kelambu tambahan sebagai solusi yang paling hemat biaya untuk mengatasi malaria, dengan perkiraan biaya rata-rata 2,20 dolar per orang, untuk kelambu dibandingkan dengan 6,70 dolar untuk insektisida.
"Kelambu tinggi di tempat tidur cukup untuk melindungi orang dari serangan nyamuk malaria di daerah yang memiliki tingkat kejangkitan rendah atau sedang," kata pemimpin penulis studi, Steve Lindsay, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Healthcareasia, Jumat (12/12/2014).
Penelitian tersebut bertepatan dengan peluncuran laporan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang melaporkan bahwa jumlah kematian global malaria turun sebesar 47 persen antara tahun 2000 dan 2013, karena peningkatan akses pengobatan, termasuk penggunaan kelambu.
Tahun lalu, hampir setengah orang yang berisiko malaria di sub-Sahara Afrika bisa mendapatkan kelambu, dibandingkan dengan tiga persen penduduk pada tahun 2004, menurut WHO. Selain itu, 55 juta orang atau tujuh persen dari populasi berisiko, tinggal di lingkungan yang rutin dilakukan penyemprotan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.