PROFESI dukun beranak masih punya tempat istimewa di banyak masyarakat Indonesia terutama di pedesaan. Meski sudah ada bidan, penduduk desa lebih suka melahirkan ke dukun beranak. Apa alasannya?
Menurut dr Albani Nasution, Seketaris Dinas Kesehatan, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, banyaknya perempuan yang melahirkan di rumah dengan bantuan tenaga non medis, atau paraji karena alasan sosial budaya.
Untuk itu perlunya meningkatkan kesadaran para bumil, pergi ke petugas kesehatan untuk kontrol masa kehamilan secara berkala. Dan mencari bantuan petugas kesehatan.
Bahkan lanjutnya, pada 2013 ada Peraturan daerah (Perda) yang mengatur kemitraan antara paraji atau dukun beranak dengan bidan untuk kolaborasi pertolongan persalinan.
"Paraji tugasnya wajib kasih tahu ke bidan, bahwa ada persalinan. Dan di dalam perda juga dicantumkan insentif untuk paraji atas kolaborasi pertolongan persalinan," bebernya saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, belum lama ini.
Sementara dr Lily Sulistyowati selaku Kepala Pusat Promosi Kesehatan, Kemenkes mengatakan, paraji tidak bisa dihilangkan dalam suatu masyarakat terutama pedesaan. Ada baiknya melakukan kemitraan dengan paraji, dimana paraji menjadi kader pendamping bidan.
"Dukun beranak bisa menjadi kader. Fungsinya dia pendamping bidan dengan cara memberitahu persalinan nanti kedepannya," pungkasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.