Sikap Nur Mahmudi didukung pengusaha (Foto: Feri/Okezone)
ADANYA wacana peraturan Walikota (Perwa) terkait
penyetopan restoran cepat saji di Kota Depok oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail didukung Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Larangan tersebut berlaku bagi restoran cepat saji yang mendirikan gerai sendiri, bukan di dalam mal.
Ketua HIPMI Kota Depok, Mustopa Dwi Putra, menyetujui pembatasan restoran cepat saji di Depok. Ia menilai, saat ini sudah saatnya Pemerintah Kota Depok menggenjot sektor dan hasil pertanian lokal.
"Jika restoran yang dimaksud adalah
restoran waralaba PMA (asing-red), HIPMI mendukung upaya proteksi dan penguatan pelaku usaha lokal, waralaba," kata Mustopa di Depok, Rabu 3 Desember 2014.
Namun begitu ia menilai, ada baiknya Pemerintah Kota Depok bukan melakukan penyetopan melainkan pembatasan. Pembatasan dalam arti, kata dia, jumlah yang sudah ada tetap berjalan.
Pembatasan kedua, lanjutnya, terkait keterlibatan pengusaha dan konten lokal. Artinya, bahan baku atau material bersumber dari penyuplai lokal.
"Pembatasan tersebut memang merujuk pada peraturan Menteri Perdagangan terkait pembatasan restoran dan ritel asal asing. Dengan pembatasan melalui keterlibatan lokal konten itu investasi tetap masuk dan tenaga kerja tetap bisa terserap," ungkapnya.
Sebelumnya, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mewacanakan akan menyetop izin usaha r
estoran atau rumah makan cepat saji di Kota Depok. Pasalnya, ia menilai keberadaan rumah makan cepat saji saat ini sudah menjamur di setiap kecamatan.
"Dari mulai Bojongsari, Raya Sawangan, Margonda, sampai Cibubur sudah ada. Makanya, ketika izinnya nanti sudah habis tidak akan kami perpanjang lagi. Hal itu sejalan dengan program One Day No Rice atau Sehari Tanpa Nasi yang meningkatkan makanan diversifikasi pangan lokal non beras seperti umbi-umbian," kata Nur Mahmudi.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.