MEMASAK nasi mungkin sering dilakukan ibu rumah tangga sehari sekali. Tak jarang, ibu mungkin mengeluhkan nasi menjadi menguning dan berbau keesokan harinya.
Apalagi dengan adanya alat penanak nasi modern, ibu mungkin lebih sering mempercayakan alat tersebut, untuk membuat nasi mereka awet. Dengan penggunaan alat tersebut, ibu mungkin sering menjadi malas atau lalai dalam menangani nasi.
Prof. Djoko Said Damardjati, ahli ilmu pangan dan teknologi dari Badan Litbang Pertanian, melihat beberapa kebiasaan dalam memasak nasi mungkin perlu diubah, untuk meningkatkan kualitas nasi sampai ke meja hidang.
“Dari sisi kesehatan, saya tetap sarankan sehari masak dua kali. Sebaiknya, masak pagi untuk makan siang, kemudian masak sore untuk malam dan pagi. Jadi bukan masak dari pagi ke pagi lagi,” ujarnya dalam acara diskusi yang diadakan oleh PT. TPS Food, di Solo, Jawa Tengah baru-baru ini.
Djoko menjelaskan, nasi yang tinggi kadar air dan dibiarkan lama terperangkap dalam suhu hangat, dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba meningkat. Inilah yang menyebabkan nasi dapat menjadi apak dan menurun kualitasnya.
“Begitu nasi sudah matang, biasanya ada lapisan tipis terbentuk di atasnya. Sebaiknya magic jar dibuka dan diaduk-aduk nasinya sampai uapnya keluar, agar tidak penguk dan apak,” tutupnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.