KEMARIN Kartu Indonesia Rakyat (KIS) sudah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo serempak di beberapa titik wilayah Jakarta. Namun sayangnya, masyarakat Indonesia masih bingung mengenai penggunaan KIS lantaran ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sejak awal dikenalkan oleh pemerintah.
Kebingungan penggunaan KIS juga mendapat respons dari Hasbullah Thabrany, Chair, Center for Health Economics and Policy Studies Universitas Indonesia. Menurut Hasbullah, tim presiden yang baru harus menjelaskan secara intensif kepada publik mengenai manfaat KIS.
"Bisa jadi sebagian bingung. Saya sudah mendapat banyak pertanyaan dari teman-teman yang dokter sekali pun. Apalagi masyarakat awam. Yang terkena dampak sebenarnya mereka yang tidak mampu. Di situlah tim presiden baru harus intensif menjelaskan kepada publik. Yang jelas, bukan BPJS, tetapi Jaminan Kesehatan Nasional yang harus dijelaskan,dan kedudukan KIS dalam JKN, " ungkapnya kepada Okezone lewat pesan elektronik, Rabu (5/11/2014).
Hasbullah mengatakan, KIS merupakan program politik pemerintah baru sebagai upaya memperluas jaminan kesehatan. Sistemnya harus menggunakan JKN, sebab sudah sudah diatur dengan UU yang lengkap. Presiden dan Kabinet Kerja tidak boleh melanggar UU apa pun. (yac)
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.