Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masturbasi Tidak Dilarang, Asalkan?

Erika Kurnia , Jurnalis-Jum'at, 24 Oktober 2014 |01:20 WIB
Masturbasi Tidak Dilarang, Asalkan?
Hindari kebiasaan masturbasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MASTURBASI bagi sebagian orang kadang menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan. Menurut ahli, masturbasi atau onani diperbolehkan dengan batas-batas tertentu agar tidak berefek negatif bagi kehidupan Anda. Ini adalah jenis dari aktivitas seksual yang menggunakan rangsangan fisik pada alat kelamin untuk memperoleh kenikmatan. Masturbasi dianggap positif karena dapat menghindarkan seseorang dari melakukan hubungan dengan sembarang orang.


Namun demikian, kapan aktivitas ‘positif’ ini dapat berubah menjadi kecanduan yang berbahaya? Berikut adalah gejala fisik dan psikologis yang dapat menunjukkan bahwa Anda perlu mengendalikan kebiasaan tersebut, seperti dilansir Menshealth.

Anda menyakiti diri sendiri

Masturbasi dapat menyebabkan lecet pada alat kelamin, bahkan menurut ahli urologi, pria bisa mengalami kondisi serius seperti peyronie atau peradangan yang menyebabkan batang Mr P bengkok. Jika Anda hanya menyakiti diri sendiri, lebih baik tinggalkan kebiasaan ini.

Mempengaruhi hubungan atau pekerjaan

Anda mungkin mulai melalaikan hal-hal kecil yang berhubungan dengan teman atau rekan kerja Anda demi melakukan ‘hobi’ Anda tersebut. Jika Anda menemukan kebiasaan ini mengorbankan kehidupan sosial atau pekerjaan, Anda mungkin harus mulai mengatur kembali rutinitas Anda.

Mengalami masalah ejakulasi

Beberapa orang yang melakukan masturbasi banyak menggunakan tipe rangsangan tertentu yang tidak dapat diciptakan oleh pasangan nyata. Hal ini dapat membuat otak dan tubuh Anda tidak dapat menyesuaikan saat Anda dihadapkan dengan pasangan di kehidupan nyata.

Keinginan mulai tidak dapat dihentikan

Jika Anda sering merasa terganggu oleh pikiran tentang kapan atau bagaimana Anda akan melakukan masturbasi berikutnya, itu adalah indikasi kuat Anda sedang menghadapi masalah serius dengan kebiasaan tersebut.
 

Sudah mencoba berhenti, tapi tetap terpikirkanJika Anda selalu gagal saat mencoba untuk menghentikan keinginan masturbasi, Anda harus tetap mulai dari diri Anda. Tetapi jika Anda terus-terusan gagal, seorang terapis seks atau konselor kecanduan dapat membantu Anda menyusun rencana permainan yang lebih cerdas untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement