MISTERI tak hanya menyelimuti Gunung Lawu. Candi Sukuh yang berada di lereng Gunung Lawu inipun menyimpan sejuta misteri, selain berbeda dengan candi lainnya di Indonesia yang rata-rata bangunannya menghadap ke arah timur.
Candi Sukuh ada kemungkinan dibangun bukan sebagai tempat persembahyangan seperti fungsi candi pada umumnya. Ini bisa terlihat dari bentuk dan gambaran relief pada candi tersebut, yang menggambarkan manusia telanjang alias tanpa busana serta relief lingga dan yoni yang menggambarkan laki-laki dan perempuan. Karenanya, kecil kemungkinan candi ini digunakan sebagai tempat sembahyang memuja pada Sang Hyang Widhi.
Dari bentuk relief yang ditemukan itulah, candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan bagi arwah leluhur. Tak heran bila di lokasi candi, ditemukan banyak sekali barang-barang bekas warga yang menggelar upacara.
Pemerhati Guung Lawu Polet—biasa disapa Pak Po—menerangkan kepercayaan yang sudah berkembang, yang menyebutkan bahwa ruh selamanya tidak akan mati, kecuali jasadnya. "Ruh selamanya tidak akan mati kecuali jasad. Karena itu, dibuatkan tempat pemujaan bagi arwah leluhur yang sudah meninggal," katanya saat ditemui Okezone di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (19/3/2014).
Atas dasar itulah, tak heran banyak relief di Candi Sukuh bukan merujuk pada suatu kepercayaan tertentu, namun lebih banyak ke unsur mistik. Ada kemungkinan candi ini dibuat pada saat kepercayaan animisme masih sangat kental.
Uniknya lagi, secara fisik dan visual, arsitektur Candi Sukuh lebih mirip bangunan suku Maya di Amerika Selatan. Bentuknya piramid terpotong, seperti trapesium, yang memiliki tiga teras bertingkat dan ada anak tangga di bagian tengah-depan candi tersebut. Yang lebih menarik dari penelitian pada Candi Sukuh adalah bila diamati dan diteliti, pahatan pada candi ini sudah membentuk pahatan tiga dimensi. Ini menunjukkan bahwa peradaban zaman sudah lebih dulu mengenal bentuk tiga dimensi.
Namun, banyak juga ahli sejarah yang masih terus berusaha mengungkap misteri candi ini, yang sampai saat ini belum bisa dijelaskan secara detail dan gamblang, apalagi tahun pasti pembuatannya. Hasil pahatannya terlihat kasar sehingga ada kemungkinan yang membuat bukan ahli memahat atau mungkin juga peralatan yang digunakan masih sangat sederhana dan seadanya.
"Kita belum bisa pastikan siapa yang membikin Candi Sukuh ini, belum ke arah sana karena di atas Candi Sukuh masih diketemukan candi lagi dan peradabannya lebih tua lagi. Biar nanti pihak purbakala yang akan menjabarkan jika nanti candi itu sudah terbuka semuanya," terangnya.
Hanya saja, Pak Po tak berani menduganya karena ini berkaitan dengan sejarah Candi Sukuh. "Nek (kalau) dongeng kan konon suatu cerita sedangkan sejarah itu waktu, tempat, dan kejadiannya ada, jadi tak bisa mengira-ngira atau menduganya," pungkasnya.
(Fitri Yulianti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.