Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tekan AKI, Indonesia Butuh Banyak Obstetri

Helmi Ade Saputra , Jurnalis-Kamis, 13 Februari 2014 |20:21 WIB
Tekan AKI, Indonesia Butuh Banyak Obstetri
Profesor Moeloek (Foto: Helmi/Okezone)
A
A
A

HASIL putusan Peninjauan Kembali (PK) dari Makhamah Agung (MA) yang membebaskan dr. Ayu, SpOG cs disambut syukur oleh para insan kesehatan, termasuk Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. dr. Zaenal Abidin, Mkes, MHKes.

Menurut Dr. Zaenal, dr. Ayu, dr. Hendry Simanjuntak dan dr. Hendi Siagian memang lebih baik bekerja di tengah-tengah masyarakat, bukan di penjara.

"Karena angka kematian ibu (AKI) kita ketahui semakin tinggi, dan kita membutuhkan dokter Obstetri,"ujar Dr. Zaenal di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2014).

Sementara, Dewan Kehormatan IDI, Profesor.Dr. Farid Anfasa Moeloek, SpOG mengatakan bahwa Angka Kematian Ibu yang masih tinggi merupakan pekerjaan bersama bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Prof. Moeloek mengatakan bahwa status wanita Indonesia dalam hal ini pendidikan harus ditingkatkan, karena masih banyak di daerah-daerah wanita lulusan SMP dan SMA sudah menikah.

"Selama status wanita ini dalam tanda kutip masih kurang pandai dan belum ditingkatkan, Angka Kematian Ibu masih akan terus meningkat,"tutupnya.

(Dwi Indah Nurcahyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement