TUBUH manusia secara alami memproduksi hormon adrenal atau biasa disebut kortisol. Produksi yang kurang atau berlebihan dari kortisol sama-sama dapat memengaruhi kesehatan manusia.
Kortisol merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur karbohidrat dan metabolisme protein dengan tepat. Selain itu, hormon ini pada umumnya membantu tubh untuk beradaptasi dan menghadapi situasi stres.
Namun, produksi kortisol yang berlebihan dapat berhubungan dengan diabetes tipe-2 dan sindrom metabolik. Sementara itu, produksi kortisol yang tidak memadai dihubungkan dengan penyakit diabetes tipe-1.
Menurut Dr. Classen, orang yang secara alami kurang menghasilkan kortisol lebih rentan untuk mengembangkan diabetes tipe-1 sebagai akibat dari vaksin. Sementara itu, seseorang yang divaksinasi cenderung menghasilkan kortisol lebih tinggi sehingga lebih rentan untuk mengembangkan diabetes tipe-2.
Lebih lanjut, dalam kedua kasus tersebut, vaksin tampaknya menjadi hal dalam menjelaskan mengapa kasus diabetes tipe-1 dan tipe-2 telah meningkat secara signifikan selama setengah abad terakhir.
“Pola makan yang buruk dan kurang olahraga tidak bisa menjelaskan banyak aspek dari epidemik atau diabetes, termasuk efek perlindungan dari obesitas pada anak usia enam bulan terhadap kejadian diabetes tipe-1 dan 2 serta sindrom metabolik,”jelas Dr. Classen dalam The Journal Current Diabetes Reviews, dikutip Newsmaxhealth.
“Pola makan yang buruk dan juga olahraga tidak menjelaskan epidemi diabetes tipe-1 pada anak-anak yang menyerupai epidemi diabetes tipe-2 atau sindrom metabolik,”tambahnya.
(Dwi Indah Nurcahyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.