Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiup Terompet Bergantian, Penyakit Paru-Paru Menghadang

Niken Anggun Nurani , Jurnalis-Selasa, 01 Januari 2013 |11:08 WIB
Tiup Terompet Bergantian, Penyakit Paru-Paru Menghadang
Terompet (Foto: dok Okezone)
A
A
A

TIUPAN terompet yang membahana mungkin menjadi penyemarak seremoni Anda. Namun di balik semarak tersebut, Anda harus berhati-hati menggunakannya. Pasalnya, berbagi terompet dengan orang lain dapat menularkan penyakit tertentu seperti penyakit paru.

Penggunaan terompet khususnya di momen seperti pergantian tahun baru memang sudah biasa. Tetapi tahukah Anda bahwa terompet yang digunakan secara bertukaran bisa menularkan penyakit.

“Penggunan terompet yang berganti-gantian biasanya bisa menularkan penyakit paru antara orang dewasa dengan orang dewasa atau orang dewasa dengan anak-anak,” ungkap Dr.Astra Swastika cb dari Rumah Sakit Husada, Bogor kepada Okezone melalui surat elektronik, baru-baru ini.

Memakai terompet secara bergantian dikhawatirkan bisa menularkan penyakit lewat air liur yang menempel pada ujung terompet. “Penularan ini terjadi melalui air liur yang menempel pada bagian terompet, walaupun sudah mengering, tetapi air liur tetap menempel pada bagian ujung terompet, dan ada onset sampai dia menyebarkan bakteri lagi,”ungkap dr.Astra

Meskipun penularannya tidak berbahaya namun jika dibiarkan bisa menggangu kesehatan Anda. “Sebetulnya penularan yang cepat itu melalui droplet atau cipratan air liur saat berbicara, atau yang masih menempel pada ujung terompet. Tapi semua tergantung kekebalan tubuh masing-maasing. Jika kekebalan tubuh Anda baik, maka itu tidak akan memengaruhi kesehatan, namun jika sedang buruk, sudah pasti bisa terkena penularan bakteri, dan penularan ini berbeda dengan virus infeksi saluran nafas biasa,” tutur Dr. Astra. (ind)

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement