Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melalui Tatto, Kenali Kesenian Jatim

Nurul Arifin , Jurnalis-Rabu, 05 Desember 2012 |15:51 WIB
Melalui Tatto, Kenali Kesenian Jatim
Salah satu Model Tatto (Foto: Nurul Arifin/Okezone)
A
A
A

SURABAYA-Seni Rajah Tubuh atau Tatto yang selama ini dianggap sangar ternyata ada nilai seni. Surabaya Tatto Artist Community (STAC) ingin mengubah kesan sangar yang ditampilkan dalam Tatto menjadi media promo kesenian Jawa Timur.

"Kami ingin mengubah pandangan tatto yang sangar itu. Sebab tidak semua orang bertato adalah jahat. Kami mencintai seni yang dituangkan dalam bentuk tato," kata Liem Jimmy, ketua Panitia Soerabadja Skin Art Festival, Rabu (5/12/2012).

Ajang ini untuk mensosialisasikan seni tato sehat. Untuk ajang tersebut beberapa komponen seniman terlibat. Bebera ajang dalam festival ini diantaranya, Body Painting, Canvas Painting, Photo Contes, Tatto Show dan King of T-Shirt Soerabadja.

"Ada aksi 10 pelukis dan 10 Tatto artis yang mendesain baju raksasa 5X5 Meter," jelas pria yang akrab disapa Uncle Liem ini.

Lebih Jauh ia menjelaskan, Tatto dianggap sebagai symbol oleh beberapa suku bangsa di dunia. Tatto juga dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikkan, kedewasaan dan harga diri. Di kalimatan, wanita asli pulau Borneo menganggap tato sebagai simbol yang menunjukkan keahlian khusus. Di China, pada zaman dinasti Ming, Suku Drung membuat tato di wajah dan pantat sebagai tanda keturunan baik.

Kemudian suku Indian, melukis tubuhnya dan mengukir kulit untuk mempercantik diri serta menunjukkan strata sosial. Sementara, bagi suku Mentawai, Tato dianggap sebagai suatu hal yang skral dan simbol keseimbangan alam.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement