TAK hanya wanita yang menggemari gerakan
foreplay, pria pun mencintainya. Seperti apakah gerakan pemanasan yang disukai pria?
Saat ini,
foreplay tak hanya dianggap sekadar sesi pembuka seks semata. Pasalnya lewat
foreplay, banyak pula kenikmatan bercinta yang dapat dirasakan. Jika biasanya kaum hawa penggemar sesi ini, kini pria pun menggemarinya.
Berikut ini gerakan
foreplay favorit pria, seperti dilansir
Red Book Magazine.Menyaksikan secara langsung“Saat Cassie sedang dalam
mood untuk bercinta atau untuk mengingatkanku betapa seksi dirinya, dia memastikan saya untuk melihatnya menanggalkan pakaiannya. Setelah mengangkat roknya hingga ke paha, dia melepaskan stoking dan menurunkannya. Kemudian perlahan melepas kancing blusnya, memberikan tatapan seksi padaku saat melepas satu demi satu kancing bajunya. Akhirnya, saat dia menanggalkan
bra dan talinya lepas dari pundaknya, itu membuat saya gila.” John, 40 tahun.
Musik dan tarian“Dia menyalakan musik dengan sangat keras, kemudian menarik tanganku dan kami menari mengikuti irama di sekeliling rumah. Lagu-lagu Sinatra menjadi pilihan utama kami!” Sean, 30.
Pesan mesra“Terkadang dia mengirimkanku pesan, ‘Aku ingin ...malam ini.” Saya senang sedikit bermain dengan pesan singkat seperti ini. Hal ini membuat saya tahu bahwa dia sudah siap untuk babak selanjutnya saat tiba di rumah.” Paul, 27.
Belanja pakaian dalam“Baru-baru ini pasanganku memberikan hadiah sebuah katalog
Victoria’s Secret. Dia mengatakan, ‘Ayo berbelanja, kau dapat membelikanku apa saja yang ingin aku pakai.’ Diperbolehkan untuk memilih pakaian yang saya inginkan menjadi sebuah hal yang menggairahkan. Perjalanan selama belanja saja sudah menjadi
foreplay tersendiri.” Tyson, 28.
Permainan kaki“Istriku, Laura memiliki kaki yang indah dan selalu mengenakan
heels. Dia menggerakkan kakinya ke betis saya, pertama bagian luar kaki, kemudian ke dalam. Lalu, dia melepaskan sepatunya dan menyentuh kaki saya dengan kaki telanjangnya. Tumitnya mengelitik pergelangan kakiku. Lalu, dia menaruh kakinya di atas pahaku dan aku tak dapat berdiri sesudahnya.” Bill, 37.
(ina)