Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hal-Hal Memalukan Saat Berhubungan Seks (I)

Gita Ramadian , Jurnalis-Minggu, 03 Juni 2012 |14:31 WIB
Hal-Hal Memalukan Saat Berhubungan Seks (I)
Gagal bercinta (Foto: Corbis)
A
A
A

BERCINTA dengan pasangan memang penuh dengan kenikmatan. Karena itu, hindari beberapa hal memalukan ini.

Seks merupakan salah satu adegan yang paling dinantikan setiap pasangan. Saat bercinta, Anda dapat meluapkan seluruh perasaan dan hasrat yang telah dipendam. Sayangnya, ada beberapa hal memalukan yang dapat membuat gairah pasangan menjadi turun. Apa sajakah hal itu?

Berikut ini bocorannya, seperti dilansir Indian Sutras.

Kentut

Saat bercinta, Anda tiba-tiba mendengar pasangan kentut atau buang angin dan berpikir hal itu tidak terdengar. Bagaimana perasaan Anda? Tentu memalukan, bukan? Sesungguhnya, bercinta merupakan momen yang menyenangkan bagi Anda dan pasangan. Buang angin saat seperti ini dapat merusak suasana hati Anda dan pasangan.

Ingin buang air kecil

Saat momen penuh kenikmatan, pasangan tiba-tiba ingin buang air kecil. Hal ini dapat merusak suasana yang sudah dibangun dan menghilangkan keinginan untuk melanjutkannya. Mudah bagi wanita untuk menahannya, sayangnya bagi pria, bercinta dan keinginan buang air kecil tidak dapat dilakukan secara bersamaan.

Queefing (keluarnya suara angin dari Miss V saat intercourse)

Kebanyakan pasangan menyangka, keluarnya udara yang berasal dari Miss V sebagai kentut. Namun, sesungguhnya hal itu salah. Keluarnya udara dari Miss V saat melakukan intercourse bukanlah kentut. Hal ini kerap terjadi pada seks dengan posisi seperti doggy style dan disebabkan oleh masuknya udara dalam Miss V dengan kadar yang tinggi.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement