Koleksi di IFW 2012 (Foto: Runi/Okezone)
LAYAKNYA sebuah Fashion Week di luar negeri, Indonesia diharapkan bisa seperti negara pusat mode lainnya. Karenanya, ajang Indonesia Fashion Week (IFW) diharapkan dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun.
Sambutan dan antusias masyarakat kepada penyelenggaraan IFW 2012 sangat baik. Respons positif dan dukungan untuk memajukan industri mode Indonesia juga terlihat jelas. Sehingga untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat mode di dunia pada 2025 bukan impian semata.
Hanya saja, Penasihat IFW Poppy Dharsono menyarankan ada upaya secara berkelanjutan untuk membuat IFW semakin bagus. Salah satunya dengan menggelar IFW dua kali dalam setahun.
“Dengan kata Fashion Week, Indonesia sudah memenuhi kriteria. Ada perdagangan dan
buyers yang ikut terlibat. Namun, perjalanan untuk menuju negara pusat mode itu masih jauh,” kata Poppy saat berkunjung di kantor
okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2012).
Sebuah Fashion Week memang sebaiknya diadakan dua kali dalam setahun, mengikuti negara yang sudah sukses melaksanakannya.
“Kriterianya memang seharusnya diadakan dua kali setahun, yaitu
spring/summer dan
auntum/fall,” terang wanita yang khas dengan kacamata klasik bingkai hitamnya ini.
Guna mewujudkan itu semua, Poppy mengaku harus ada persiapan matang dan dukungan semua pihak.
“Pemerintah terus mendukung dan kesiapan dari desainer juga tidak boleh diabaikan,” tukasnya.
(Tuty Ocktaviany)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.