Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teman Baru Putus Cinta? Jangan Katakan Ini!

Lastri Marselina , Jurnalis-Rabu, 08 Februari 2012 |18:08 WIB
Teman Baru Putus Cinta? Jangan Katakan Ini!
Wanita bersedih (Foto: Corbis)
A
A
A

DICAMPAKKAN itu menyebalkan, apalagi dilakukan saat hari Valentine. Jika ini yang baru terjadi pada seorang teman, ada baiknya Anda memilih kalimat yang lebih bijaksana saat bicara dengannya.

Terutama bila teman merasa sakit hati karena berharap terlalu tinggi terhadap mantan kekasihnya. Ketika dia meminta saran Anda, ada beberapa kalimat yang sebaiknya disimpan dalam hati. Apa saja itu? Simak panduan Sheknows berikut ini.

Betapa bahagia Anda dengan kekasih


Percayalah, hal terakhir yang ingin dia dengar ialah bagaimana Anda membangga-banggakan kebahagiaan Anda dengan pasangan.

Inilah momen tepat untuk membantu teman bangkit dari keterpurukan akibat  cinta – dan bukan sebaliknya.

Minta teman melupakan mantan kekasih

Menyarankan dia move on mungkin terdengar seperti saran yang bagus, tapi akan sangat menyakitkan jika terjadi menjelang hari Valentine. Berikan teman waktu untuk menyembuhkan luka hatinya. Dan yang perlu Anda lakukan ialah bersabar dan selalu ada untuknya.

Bercerita mengenai gebetan Anda

Serupa dengan cerita soal menyenangkannya kekasih Anda, menceritakan gebetan sama saja menghancurkan hati teman yang baru putus cinta.

Jika Anda tak sabar menceritakan keromantisan gebetan, sebaiknya ceritakan ke teman lain bukan teman yang sedang sakit hati.

Membenci mantan kekasihnya


Bahkan jika Anda membenci mantan kekasihnya, jangan pernah katakan itu setelah teman putus cinta. Ada baiknya Anda memosisikan diri menjadi teman dan membantu dia mengalihkan perhatian dari rasa sakit hatinya.

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement