Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Chio Tau, Pernikahan Etnis Tionghoa yang Mulai Pudar

Pasha Ernowo , Jurnalis-Minggu, 05 Februari 2012 |14:54 WIB
Chio Tau, Pernikahan Etnis Tionghoa yang Mulai Pudar
Proses Chio Tau (Foto: Pasha/okezone)
A
A
A

INDONESIA menjadi salah satu tempat berasimilasinya berbagai etnis. Salah satunya adalah etnis Tionghoa dengan ritual perkawinannya dinamakan Chio Tau.

Chio Tau tak lain prosesi pernikahan tradisional peranakan Tionghoa. Prosesi pernikahan ini umumnya tak lagi dilakukan pasangan pengantin modern, seiring terjadinya pergeseran budaya, keterbatasan biaya, lingkungan, dan lain sebagainya. Yang masih memelihara tradisi tata cara pernikahan Chio Tau terutama peranakan Tionghoa di daerah Tangerang dan Bekasi, yakni kalangan komunitas peranakan tua.

"Bahkan di daratan Tiongkok pun, konon ritual ini sudah mulai pudar," tutur Ferry Irianto selaku General Manager Mal Ciputra Jakarta saat ditemui di Mal Ciputra, Jakarta, Minggu (5/2/2012).

Ferry menjelaskan, di Indonesia, Chio Tau menerima hasil asimilasi dari etnis di negeri ini. Chio Tau biasa dilaksanakan dengan berbagai ritual dan busana pengantin tradisional khas peranakan Tionghoa disebut Hwa Kun. Busana tradisional ini memiliki ciri khas penggunaan riasan kepala dan belasan tusuk konde, daster hijau, serta kain merah bermotif dengan sulaman emas untuk pengantin perempuan. Ini adalah bagian unik lainnya dari ritual Chio Tau.

“Proses asimilasi budaya ini dapat terlihat dari pemakaian tusuk konde bunga bergoyang yang diserap dari kebudayaan Betawi," imbuhnya.

Ritual diawali dengan mempelai wanita yang dibantu seorang juru rias dan pembantu juru rias memersiapkan sesaji hingga seluruh rangkaian acara selesai. Selanjutnya, kedua orangtua perempuan, yang dipimpin seorang juru rias, bersembahyang di depan meja Sam Kay (meja sesaji) untuk memohon restu dari Sang Pencipta.

Setelah itu, sembahyang dilanjutkan di dalam rumah, di depan meja leluhur. Barulah kemudian cadar dipasangkan kepada mempelai wanita sebelum ia dijemput mempelai pria dan keluarganya.

Upacara pernikahan Chio Tau digelar Mal Ciputra Jakarta dalam rangkaian event Tahun Baru Imlek 2012 bertajuk "The Art of Dragon Year" sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat peranakan Tionghoa. Chio Tau Massa dihelat secara live pada 20 pasangan pengantin yang diselenggarakan Minggu (5/2/2012).

“Chio Tau Massal diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menghargai dan melestarikan seni dan kebudayaan tradisional Indonesia yang beraneka ragam,” tutupnya.

(Fitri Yulianti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement