Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rumah Minimalis Masih Menjadi Tren

SINDO , Jurnalis-Kamis, 22 Mei 2008 |12:07 WIB
Rumah Minimalis Masih Menjadi Tren
Foto : Arie Yudhistira/ Sindo
A
A
A

DESAIN arsitektur perumahan terus berkembang. Para pengembang menilai mengikuti tren akan menguntungkan. Sebab, konsumen akan memilih desain terbaru.

Arsitek dari PT Bangun Rumah Persada Agustinus Satrio Utomo mengatakan, desain rumah minimalis menjadi tren karena memberikan berbagai keuntungan kepada pengembang maupun penghuni rumah. "Rumah minimalis cenderung lebih simpel dibandingkan desain Mediteranian," sebutnya.

Rumah berdesain minimalis menekankan bentuk desain yang lugas, polos, sederhana, tidak rumit, kompak, dan efisiensi ruang. Kesan minimalis hanya bagian esensial fungsi rumah yang tetap dipertahankan.

Kreativitas dan inovasi perkembangan teknologi membuat gaya rumah minimalis akan terus berkembang lebih kompak, trendi, dan praktis. Selain itu gaya minimalis tetap menjadi pilihan favorit simbol baru masyarakat urban.

Sebagian besar pasangan muda lebih menyukai rumah jenis ini karena perawatannya lebih mudah. Rumah desain minimalis juga terlihat lebih luas dibandingkan desain lain. Pasalnya, rumah dengan desain seperti ini tidak banyak memiliki pembatas ruangan. Karena itu,penghuni rumah dapat lebih mudah pindah ke ruangan lain.

Rumah jenis ini juga lebih sehat dibandingkan desain lain karena dapat menyerap sinar matahari lebih banyak. Desain minimalis yang dikembangkan pengembang pada saat ini bukanlah desain murni minimalis seperti di luar negeri. Para pengembang di Indonesia memadukan dengan desain asli Indonesia, yakni desain tropis.

"Pengembang tampaknya benar-benar teliti dalam menentukan desain minimalis yang dipergunakan. Beberapa perumahan desain minimalis yang sangat baik ada di kawasan Cibubur dan Bintaro," sebut Agustinus.

Meski minimalis, arsitek dari PT Forum Lima Kreasi, Nugroho Widhi, mengungkapkan, tidak berarti pekerjaan pengembang lebih mudah dan murah. Pembangunan rumah minimalis, Widhi mengatakan, memerlukan perencanaan lebih detail dan presisi.

"Saya kira lebih sulit. Sebab harus presisi, rapi. Sederhananya, para pengembang harus bisa membangun rumah secara perfect. Jadi, pasti itu akan lebih sulit," katanya.

Widhi menambahkan, bagi para pengembang, membangun rumah minimalis punya potensi lebih besar untuk terserap oleh pasar. Alasan Widhi, rumah model ini, lebih cocok dengan semangat zaman modern yang serba instan. Selain itu, rumah minimalis lebih dekat dengan budaya kaum urban yang punya kemampuan finansial yang memadai.

"Rumah ini cocok dengan kaum muda yang memang belum bisa kita sebut punya uang yang banyak, tetapi mereka punya kemampuan daya beli. Kelompok ini kan pasar besar yang sangat potensial. Logikanya, rumah model minimalis pasti lebih diinginkan," ucapnya.

Dosen Arsitektur Universitas Indonesia (UI) Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan, desain minimalis pada saat ini sudah melenceng dari konsep awal. Konsep minimalis yang seharusnya meminimalkan jumlah ruangan malah menjadi eksklusif dan cenderung lebih mahal dibandingkan rumah dengan desain biasa.

Kemas menambahkan, keuntungan rumah minimalis sangat tergantung dari individu pemilik rumah. Jika individu itu lebih cocok dengan semangat zaman modern, maka rumah minimalis akan punya banyak keuntungan. Yang utama adalah memberikan tidak saja kenyamanan, juga kepuasan.

"Kalau pemiliknya lebih cocok gaya klasik, tetapi rumahnya minimalis pasti dinilai rumah punya banyak kekurangan, begitu juga sebaliknya," katanya.

Secara umum, papar Kemas, bisa disebutkan beberapa keuntungan membangun rumah dengan desain minimalis. Keuntungan itu, antara lain, rumah minimalis memiliki fisik yang kelihatan lebih rapi, presisi, dan bersih.

(Chaerunnisa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement