JAKARTA - Alpukat dikenal sebagai buah yang bisa diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari jus hingga salad. Ternyata faktanya, tanaman alpukat juga bisa ditanam di dalam rumah sebagai tanaman hias.
Menanam alpukat sendiri bisa menjadi kegiatan menarik, terutama jika kamu ingin memanfaatkan biji alpukat yang biasanya dibuang setelah buahnya dimakan. Dengan perawatan yang tepat, biji tersebut bisa tumbuh menjadi tanaman berdaun hijau yang mempercantik ruangan.
Meski begitu, menanam alpukat di dalam rumah membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal pencahayaan, penyiraman, dan pemilihan media tanam.
Melansir The Spruce, cara yang cukup populer untuk menanam alpukat adalah menggunakan bijinya. Setelah buah dimakan, bersihkan biji alpukat dari sisa daging buah yang menempel.
Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan biji alpukat, yaitu menggunakan air atau langsung menanamnya di tanah. Jika menggunakan air, siapkan gelas berisi air dan tiga atau empat tusuk gigi. Tancapkan tusuk gigi di bagian tengah biji untuk menyangga biji di atas gelas, dengan bagian bawah biji terendam air.
Letakkan gelas di tempat yang hangat dan terang. Ganti air secara berkala agar tetap bersih. Biji alpukat membutuhkan waktu beberapa minggu, bahkan delapan minggu atau lebih, untuk mulai mengeluarkan akar dan tunas. Jika akar sudah tumbuh dengan baik dan daun mulai muncul, tanaman bisa dipindahkan ke pot berisi tanah.
Tanaman alpukat membutuhkan banyak cahaya agar dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, letakkan pot di dekat jendela yang mendapatkan sinar matahari cukup. Jika cahaya alami terbatas, kamu bisa mempertimbangkan penggunaan lampu khusus tanaman atau grow light.
Pemilihan pot juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman alpukat. Gunakan pot yang memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air bisa keluar dan tidak menggenang di sekitar akar.
Pilih media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Media yang terlalu padat dan terus-menerus basah bisa meningkatkan risiko pembusukan akar.
Tanaman alpukat membutuhkan air untuk tumbuh, tetapi bukan berarti tanahnya harus selalu basah. Sebelum menyiram, periksa kondisi media tanam terlebih dahulu. Jika bagian atas tanah mulai mengering, kamu bisa menyiramnya hingga air keluar melalui lubang drainase. Setelah itu, buang air yang tertampung di tatakan pot.
Frekuensi penyiraman dapat berbeda-beda, bergantung pada suhu ruangan, ukuran pot, jenis media tanam, dan banyaknya cahaya yang diterima tanaman.
Tanaman alpukat yang tumbuh dari biji cenderung memiliki batang utama yang memanjang. Jika dibiarkan, tanaman bisa tumbuh tinggi dengan cabang yang relatif sedikit.
Untuk mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun, kamu bisa memangkas pucuk batang setelah tanaman tumbuh cukup kuat. Pemangkasan perlu dilakukan secara hati-hati agar tanaman dapat menghasilkan cabang baru.
Satu hal yang perlu diketahui, menanam alpukat dari biji di dalam rumah tidak menjamin tanaman akan menghasilkan buah. Tanaman alpukat yang ditanam dari biji membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kematangan. Selain itu, kondisi dalam rumah umumnya tak selalu ideal untuk pembungaan dan pembuahan.
Jika tujuan utamamu adalah mendapatkan buah alpukat, tanaman hasil sambung atau cangkok dari varietas yang sesuai bisa menjadi pilihan yang lebih menjanjikan. Sementara itu, tanaman yang tumbuh dari biji tetap menarik untuk dipelihara sebagai tanaman hias berdaun hijau.
Menanam alpukat di dalam rumah bisa menjadi cara sederhana untuk memanfaatkan biji buah sekaligus menambah nuansa hijau dan asri di ruangan. Kuncinya adalah memastikan tanaman mendapatkan cahaya yang cukup, penyiraman yang sesuai, dan media tanam dengan drainase baik.
(Agustina Wulandari )