MINYAK telon kerap menjadi salah satu produk perawatan yang digunakan orangtua untuk memberikan sensasi hangat pada tubuh bayi. Selain aromanya yang khas, minyak telon juga sering dioleskan setelah bayi mandi.
Namun, penggunaannya perlu diperhatikan. Utamanya pada bayi yang masih berusia sangat muda dan memiliki kulit sensitif.
Pasalnya, produk berbentuk minyak dapat memiliki konsentrasi bahan yang lebih pekat. Dengan begitu, minyak itu berpotensi meningkatkan risiko iritasi pada kulit bayi.
“Untuk bayi, terutama yang masih kecil, kami cenderung tidak menyarankan penggunaan minyak secara langsung pada kulit karena konsentrasinya biasanya lebih pekat sehingga risiko iritasi bisa lebih tinggi,” ucap dr. Atika.
Kulit bayi, terutama bayi baru lahir, masih berkembang dan lebih rentan terhadap paparan bahan tertentu. Karena itu, orangtua perlu lebih cermat memilih produk yang akan dioleskan langsung ke kulit si kecil.
Kandungan dalam produk perawatan bayi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Beberapa produk minyak telon atau minyak angin mengandung bahan seperti minyak esensial, mentol, kamper, atau eucalyptus.
Bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan iritasi atau efek samping jika digunakan secara tidak tepat, terlebih pada bayi yang masih sangat kecil. Reaksi yang dapat muncul pada kulit antara lain kemerahan, ruam, atau rasa tidak nyaman.
Jika setelah penggunaan produk muncul tanda-tanda tersebut, orangtua sebaiknya segera menghentikan pemakaian. Orangtua juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan tidak membaik.
dr. Atika menyarankan orangtua mempertimbangkan produk berbentuk losion yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi. Meski demikian, bukan berarti semua losion otomatis aman digunakan pada bayi.
Orangtua tetap perlu memeriksa komposisi dan batas usia pada kemasan. Pilih produk yang memang diformulasikan untuk bayi dan hindari produk dengan bahan aktif yang tidak sesuai untuk usia si kecil.
Jika tujuan penggunaan minyak telon hanya untuk memberikan aroma harum atau sensasi hangat, orangtua juga tidak harus mengoleskan produk tersebut setiap hari. Bayi dapat tetap dirawat dengan baik melalui cara sederhana, seperti menjaga kebersihan kulit dan mengenakan pakaian yang nyaman sesuai suhu lingkungan.
Khusus untuk bayi baru lahir, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan produk berpewangi atau minyak esensial.
“Jika tujuannya agar tubuh bayi terasa hangat atau memberikan aroma yang wangi, orangtua bisa mempertimbangkan produk dalam bentuk losion yang memang diformulasikan khusus untuk bayi,” ujar dr. Atika.
“Namun, tetap perhatikan kandungan dan petunjuk penggunaan produk. Pastikan produk tersebut sesuai dengan usia bayi dan tidak menimbulkan iritasi pada kulitnya,” tutupnya.
(Djanti Virantika)