Cara Simpel Redakan Mabuk Perjalanan, Jangan Selalu Andalkan Minyak Angin

Niko Prayoga , Jurnalis
Jum'at 16 Oktober 2026 15:05 WIB
Ilustrasi mabuk perjalanan. (Foto: dok Magnific)
Share :

JAKARTA - Mabuk perjalanan sering terasa bagi sebagian orang saat berada di dalam kendaraan dan menempuh perjalanan yang cukup jauh. Dalam kondisi ini, tak jarang minyak angin menjadi andalan pereda mual dan pusing akibat mabuk perjalanan. Namun, tahukah kamu ada satu gerakan sederhana yang bisa redakan hal tersebut dan kamu tidak selalu bergantung kepada minyak angin?

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan cara tersebut. Ia menjelaskan gerakan tersebut adalah dengan memijat bagian belakang telinga yang diberi nama SJ17 serta titik pergelangan tangan atau P6. 

Caranya cukup sederhana, kamu harus mencari lekukan belakang cuping telinga terlebih dahulu atau titik SJ17. Setelah itu, kamu bisa melakukan pijatan memutar dengan tekanan yang cukup sedang sembari mata kamu melihat jauh ke ujung atau terpejam. Lakukan gerakan itu selama satu sampai tiga menit. Cara ini bisa bantu menenangkan saraf keseimbangan.

Sementara untuk P6, kamu bisa meletakan jari di pergelangan tangan kemudian menekan kuat di bagian tengahnya dan tahan tanpa diputar. Setelah itu, kamu tarik nafas sampai perut mengembang, lakukan selama dua hingga tiga menit. Gerakan ini bisa mengurangi sensasi mual di perut. 

Dalam takarir unggahannya, dr. Cecep menjelaskan bahwa mabuk perjalanan timbul karena otak menerima sinyal berbeda. Seperti telinga yang merasakan guncangan, mata yang melihat benda hitam seperti HP dan jok yang bisa mempengaruhi keseimbangan. Dengan cara di atas, saraf keseimbangan bisa lebih tenang dan menurunkan sensasi mual.

“Mabuk perjalanan (kinetosis) muncul pas otak bingung nerima sinyal beda. Telinga ngerasain guncangan (sistem vestibular/keseimbangan), tapi mata ngeliat benda diam kayak HP atau jok. Titik belakang telinga (SJ17) dipijat buat bantu tenangin saraf keseimbangan, yaitu saraf yang ngirim info posisi dan gerak badan ke otak. Sementara titik pergelangan tangan (P6) dipakai buat bantu ngurangin mual, dan udah diteliti di beberapa uji coba,” tulis dr. Cecep, dikutip Jumat (16/10/2026).

Selain cara di atas, ia juga menyarankan beberapa hal guna menghindari rasa atau sensasi mabuk perjalanan. Salah satunya adalah dengan tidak bermain HP saat di dalam kendaraan.

“Layar HP pas badan goyang bikin otak makin bingung. Mending simpen HP dan liat lurus ke jalanan jauh di luar kaca,” ucapnya.

Selain itu, posisi duduk yang sejajar dengan jalan serta kondisi perut juga turut berpengaruh. Maka dari itu, usahakan duduk dengan tegap dan jangan makan hingga kekenyangan saat akan melakukan perjalanan.

“Usahain duduk sejajar arah jalan. Jangan duduk ngadep belakang, ini bikin tubuh makin gak sinkron. Jangan biarin perut kosong, tapi jangan kekenyangan juga. Hindari makanan pedas atau berlemak yang bikin perut makin gak nyaman,” tutur dr. Cecep.

Jika cara di atas tetap tidak menghilangkan sensasi mabuk perjalanan, ditambah dengan pewangi kendaraan yang semakin membuat mual, kamu bisa membuka sedikit kaca mobil agar udara dari luar bisa masuk. 

Dokter Cecep menyarankan, jika mual dan muntah terjadi sampai membuat kamu dehidrasi atau lemas disertai pusing berlanjut, sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan. 

“Kalo eneg nyium parfum mobil atau bau yang menyengat, buka kaca sedikit biar udara luar masuk. Kalo muntah terus sampe dehidrasi (lemes banget), pusingnya berlanjut walau udah sampe tujuan, atau pusing disertai sakit kepala hebat, pandangan ganda, bicara pelo, atau lemah sebelah badan. Kalo area yang ditekan jadi nyeri atau kesemutan terus, berhenti dulu,” pungkasnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya