Indonesia Siap Menuju Zero Suicide dengan Kolaborasi Global

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 17:21 WIB
6th International Zero Suicide Summit 2026 di Bali, Indonesia. (Foto: dok Zero Suicide International)
Share :

BALI — Indonesia menjadi tuan rumah 6th International Zero Suicide Summit 2026 untuk pertama kalinya. International Zero Suicide Summit adalah forum internasional yang mempertemukan komunitas pencegahan bunuh diri, pemimpin layanan kesehatan, akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, serta praktisi kesehatan jiwa dari lebih dari 30 negara.

Mengusung tema “Turning the Tide Toward Zero”, konferensi berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di The Apurva Kempinski, Bali. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Zero Suicide International® bekerja sama dengan Henry Ford Health, serta bermitra dengan Wellspring Center Indonesia. 

Penyelenggaraan Summit di Indonesia menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman dan praktik dari berbagai negara dengan konteks lokal, sekaligus memperluas jejaring dan kolaborasi dalam pengembangan pendekatan pencegahan bunuh diri yang berbasis bukti.

Brian Ahmedani selaku Executive Director Zero Suicide International mengatakan, “Pencegahan suicide membutuhkan lebih dari sekadar intervensi pada tingkat individu. Kita membutuhkan sistem yang mampu bekerja secara terintegrasi, memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan komunitas, serta memastikan praktik berbasis bukti dapat diterapkan secara berkelanjutan.”

“Melalui Summit ini, kami ingin mempertemukan pembelajaran dari berbagai negara dan memperkuat komitmen bersama untuk membangun sistem yang semakin mampu mencegah kehilangan nyawa akibat bunuh diri,” ujarnya.

Mengambil inspirasi dari dinamika pasang surut air laut serta nilai penting air dalam kebudayaan Bali, tema “Turning the Tide Toward Zero” merefleksikan semangat untuk mengubah arah upaya pencegahan bunuh diri melalui aksi kolektif, inovasi, dan kemitraan lintas negara.

Selama dua hari, Summit menghadirkan sesi pleno, diskusi panel, serta sesi poster ilmiah. Sejumlah topik yang dibahas meliputi penguatan kemitraan dalam sistem kesehatan nasional dan lintas negara, pemanfaatan teknologi digital dan Electronic Health Records (EHR), peningkatan kapasitas komunitas dan tenaga kesehatan, pendekatan berbasis budaya melalui seni dan musik, hingga integrasi perspektif pengalaman hidup atau lived experience dalam pencegahan bunuh diri.

Menurut Sandersan Onie, PhD, Founder & Chairman Wellspring Center Indonesia, peneliti Harvard Medical School sekaligus bagian dari Steering Committee Summit, penyelenggaraan forum internasional ini di Indonesia menjadi kesempatan untuk mempertemukan pembelajaran global dengan kebutuhan dan konteks masyarakat Indonesia. 

“Indonesia memiliki keragaman sosial dan budaya yang perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan bunuh diri. Karena itu, kita tidak dapat hanya mengadopsi pendekatan dari negara lain tanpa memahami konteks lokal,” ujarnya.

Menurutnya, Summit ini menjadi ruang untuk mempertemukan bukti dan pengalaman global dengan pengetahuan serta kebutuhan masyarakat Indonesia, sehingga kolaborasi yang dibangun dapat menghasilkan pendekatan yang relevan dan dapat diterapkan secara nyata.

Sejumlah tokoh dari Indonesia dan mancanegara juga berpartisipasi dalam Summit ini, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi, MPHM, serta Greysia Polii, tokoh publik dan advokasi. Dari sisi internasional, forum ini menghadirkan Brian Ahmedani serta sejumlah pakar dan praktisi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa dari Amerika Serikat.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pendekatan lintas sektor dalam pencegahan bunuh diri, yang tidak hanya melibatkan sistem pelayanan kesehatan, tetapi juga komunitas, akademisi, pembuat kebijakan, serta masyarakat luas. 

Dengan dihadiri ratusan delegasi dari lebih dari 30 negara, 6th International Zero Suicide Summit 2026 membawa pesan utama bahwa “Suicide is preventable, and a world with zero suicide is possible through unified action” bunuh diri dapat dicegah dan dunia tanpa bunuh diri dapat diwujudkan melalui aksi bersama.

Melalui pertemuan lintas negara dan lintas disiplin ini, Summit diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman, membangun jejaring profesional, serta mendorong kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan upaya pencegahan bunuh diri.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya