JAKARTA - Pernahkah kamu merasa sudah mandi bersih dan pakai deodoran, tetapi saat pakai baju tertentu justru bau ketiak? Coba deh cek label bajunya, kemungkinan besar bahannya adalah polyester atau sintetis lainnya.
Lalu, apa yang salah dengan bahan ini sampai bikin bau badan? Sebagai fakta awal, keringat manusia itu aslinya tak punya bau sama sekali. Yang membuat bau apek adalah bakteri alami di kulit yang menyerap keringat dan minyak (sebum) yang diproduksi tubuh.
Nah, bahan polyester ini punya sifat kimiawi yang unik, yaitu oleophilic (menarik dan mengikat minyak) dan hydrophobic (menolak air). Artinya, kain ini gampang banget menyerap dan mengunci minyak dari tubuh, tapi tak bisa menyerap air keringat dengan baik.
Karena minyak terkunci kuat di sela-sela serat kain, area ketiak di baju polyester jadi tempat yang hangat, lembap, dan berminyak. Ini adalah area paling ideal buat bakteri penyebab bau berkembang biak dengan cepat. Beda banget sama kain berbahan katun yang gampang menyerap air, punya sirkulasi udara yang bagus, dan tak mengikat minyak tubuh.
Sebuah riset terkenal dari Universitas Ghent, Belgia dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology pada 2014 membuktikan hal ini secara ilmiah. Studi ini menemukan bahwa bakteri Micrococcus, si penyebab utama yang memproduksi bau badan menyengat, tumbuh jauh lebih pesat dan subur di atas kain berbahan polyester dibandingkan di atas kain katun. Di kain katun, bakteri ini susah hidup, sedangkan di kain polyester, bakteri penyebab bau ini benar-benar bisa bergerak bebas.
Kalau kamu termasuk orang yang gampang berkeringat pilih bahan alami. Sebisa mungkin beralih ke bahan seperti katun 100 persen, linen, atau wol ringan buat aktivitas sehari-hari yang padat.
Perawatan ekstra untuk bahan polyester. Kalau terpaksa pakai polyester (misalnya baju olahraga), pastikan baju langsung direndam atau dicuci setelah dipakai. Jangan ditumpuk di keranjang cucian. Gunakan deterjen anti-bakteri agar sisa minyak benar-benar rontok dari serat bajunya.
Jadi, tenang aja. Kadang bukan kamu yang bau, tapi baju polyester kamu yang sedang memberi ruang buat bakteri bermain!
(Agustina Wulandari )