Mengenal Vertigo, Migrain, dan TTH: Tiga Penyebab Pusing yang Berbeda

Niko Prayoga , Jurnalis
Sabtu 06 Juni 2026 09:30 WIB
Pusing tak melulu pasti vertigo. (Foto: Freepik)
Share :

KELUHAN pusing sering kali membuat banyak orang langsung mengira dirinya mengalami vertigo. Padahal, menurut dokter, tidak semua pusing merupakan tanda vertigo.

Sensasi kepala terasa ringan, melayang, atau seperti akan pingsan bisa dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan yang berbeda. Karena itu, penting untuk mengenali karakteristik pusing yang dialami agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat dan penanganan yang diberikan pun sesuai.

1. Pusing Tak Selamanya Berarti Vertigo

Influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, bahwa masyarakat kerap kali keliru saat mendiagnosis sakit kepala dengan mengaitkan kepada tiga penyakit. Ada vertigo, migrain dan TTH (tension type headache),

"Nih, siapa yang sering kayak gini? Pusing dikit langsung bilang, 'vertigo nih kayaknya'. Padahal belum tentu, karena banyak orang ternyata itu masih ketuker antara vertigo, migraine sama TTH atau tension type headache," kata dr. Aditya, dikutip Sabtu (6/6/2026).

Aditya menjelaskan, ketiganya merupakan jenis penyakit yang berbeda sehingga belum tentu saat seseorang mengalami sakit kepala bisa didiagnosis mengalami gangguan antara tiga penyakit itu. Salah satunya adalah vertigo yang kerap disebut-sebut.

2. Karakteristik Vertigo

Menurut dr. Aditya, vertigo memiliki karakteristik spesifik yang sangat ekstrem dan jauh berbeda dari sekadar pusing atau sakit kepala biasa. Sebab, kondisi vertigo melibatkan ilusi gerakan pada ruang sekitar.

"Pertama vertigo, jadi vertigo itu bukan sekadar pusing biasa, tapi dia ini punya sensasi dunia terasa muter, ruangan kayak berputar atau badan terasa oleng walaupun lagi diam," jelas dia.

Efek klinis dari vertigo juga tidak jarang membuat penderitanya mengalami gangguan fisik akibat hilangnya orientasi ruang. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh adanya masalah pada organ sensorik manusia yang terletak di dalam indra pendengaran.

"Dan biasanya ini disertai sama mual keringat dingin, kadang susah berdiri seimbang. Penyebabnya yang paling sering, itu pertama gangguan pada telinga bagian dalam, di mana ini yang mengatur keseimbangan tubuh. Makanya banyak pasien bilang gini, 'Dok, rasanya kaya muter Dok walaupun tiduran.' Nah, ini khas dari vertigo," tutur dr. Aditya.

 

3. Perbedaan Migrain

Sementara itu, migrain merupakan gangguan yang didominasi oleh rasa nyeri tajam yang dirasakan di salah satu sisi kepala bagian luar. Migrain akan semakin parah jika terkena cahaya, suara, atau bau tertentu.

"Yang kedua, migrain. Kalau migrain itu biasanya nyerinya khas berdenyut, sering di satu sisi kepala mau kanan ataupun kiri dan biasanya makin parah kalau kena cahaya, suara atau bau tertentu," ungkap dia.

Bahkan, kondisi parah saat migrain bisa memicu gangguan fungsi pencernaan hingga gejala visual tertentu sebelum nyeri puncaknya terasa. Hal tersebut disebabkan karena respon neurologis dan vaskular di dalam kepala bereaksi secara berlebihan.

“Bahkan biasanya pada kasus migrain, ini ada sampai mual, muntah, atau lihat cahaya berkedip sebelum sakit kepala muncul. Nah, untuk migrain ini sendiri dia berhubungan dengan aktivitas saraf dan pembuluh darah di otak yang biasanya terlalu sensitif," beber dr. Aditya.

4. Apa Itu TTH?

Di sisi lain, TTH atau Tension-Type Headache sendiri merupakan rasa tidak nyaman yang umumnya berpusat pada ketegangan otot di sekitar kepala. TTH sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari, tingkat tekanan mental, serta ergonomi tubuh yang buruk akibat aktivitas modern yang monoton.

"Dan yang terakhir, TTH atau tension type headache. Nah, jadi ini yang paling sering dialami sama anak-anak muda. Nah, rasanya ini seperti kepala diikat, ditekan atau berat di bagian belakang kepala dan leher. Dan biasanya ini muncul karena stres, sering begadang, postur badan yang jelek, atau terlalu lama depan laptop,” ucap dia.

Kendati demikian, Aditya menegaskan bahwa ada beberapa gejala yang wajib diwaspadai saat merasa pusing atau sudah terdiagnosis terkena tiga penyakit di atas. Sebab, gejala itu bisa menjadi indikator adanya kerusakan saraf yang fatal seperti penyumbatan pembuluh darah di otak.

"Tapi kalau misalnya sakit kepala ini disertai bicara pelo, lemah sebelah tubuh, penglihatan mendadak hilang, ada kejang atau sakit kepala paling parah seumur hidup, itu jangan pernah dianggap sepele atau anggap migrain biasa atau misalnya TTH biasa. Karena bisa jadi kondisi serius seperti misalnya stroke atau gangguan otak lainnya," pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya