JAKARTA - Menjelang Iduladha, kebanyakan orangtua membawa anak-anak untuk melihat hewan kurban, bahkan saat penyembelihan. Aktivitas ini memang bisa menjadi sarana edukasi yang baik.
Namun, sebaiknya orang tua harus ekstra waspada karena ada beberapa potensi bahaya yang mengintai jika jarak anak terlalu dekat dengan hewan kurban. Berikut adalah bahaya yang perlu diperhatikan agar anak tetap aman.
Hewan kurban seperti sapi, kerbau, atau kambing yang stres berada di lingkungan baru atau keramaian bisa bertindak agresif secara tiba-tiba. Menurut Fakultas Peternakan UGM, hewan yang mengamuk berisiko menendang, menyeruduk, atau menginjak orang di sekitarnya. Ukuran tubuh anak yang kecil membuat mereka jauh lebih rentan mengalami cedera serius jika terkena dampak fisik ini.
Anak-anak sering kali gemas dan ingin menyentuh atau memberi makan hewan kurban. Jika tidak diawasi, ada risiko penularan penyakit kulit atau bakteri. Jika anak tidak sengaja menyentuh area yang kotor dan langsung memegang makanan tanpa cuci tangan, mereka bisa terserang gangguan pencernaan.
Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Aisya Fikritama A, Sp.A menyebut bahwa penyembelihan hewan kurban saat Iduladha bisa jadi pengalaman yang membingungkan atau bahkan traumatis bagi anak usia di bawah 7 tahun. Melihat proses penyembelihan berpotensi menimbulkan rasa ngeri, takut berlebih, histeris, hingga trauma psikologis jangka panjang karena mereka belum sepenuhnya paham esensi dari ibadah kurban.
Anak-anak adalah peniru yang ulung. Tanpa pemahaman dan pendampingan yang tepat dari orang tua, menyaksikan proses kekerasan fisik atau pemotongan hewan secara langsung dikhawatirkan dapat memunculkan tindakan agresif, membuat anak menjadi lebih kasar terhadap teman sebaya atau hewan peliharaan di rumah.
Di sekitar lokasi penampungan atau penyembelihan hewan kurban, biasanya banyak terdapat tali pengikat, pisau jagal yang sangat tajam, hingga besi-besi pembatas. Anak-anak yang aktif berlarian di area tersebut sangat berisiko tersandung tali, tertimpa pagar pembatas, atau tidak sengaja mendekati area senjata tajam yang sedang digunakan panitia.
Nah, jika orangtua ingin mengenalkan hewan kurban pada anak, cukup lihat dari jarak aman yang dibatasi pagar, pastikan anak selalu dalam gandengan, dan segera cuci tangan anak menggunakan sabun dan air mengalir setelah melihat hewan.
(Agustina Wulandari )